KAPTEN LET PANDE
Episode 7 – Cerita Bersambung – Novel Serial

Karya: Thayeb Loh Angen

Lima bulan berlalu. Enam ratus kapal selesai dibangun. Tiga ratus kapal pengangkut orang dan barang, berukuran besar. Masing-masing dipasang lima sampai sepuluh meriam. Setiapnya menampung sekira tiga ratus orang tentara.

Tiga ratus buah lagi kapal perang. Masing-masing mengangkut lima puluh orang tentara. Kapal perang ini berukuran lebih kecil daripada kapal pengangkut. Akan tetapi, ia melaju lebih cepat serta lebih kuat sehingga mampu menabrak kapal lain dan menghancurkannya. Di setiap kapal perang dipasang dua puluh meriam sebagaimana dirancang.

Kapten Let Pande memeriksa dua puluh kapal yang berada di bawah pimpinannya. Selama lima bulan ini, dia telah meningkatkan kemampuan pasukan itu, walaupun belum dapat dibandingkan dengan pasukan berpengalaman.

Di sela-sela kesibukannya melatih pasukan, Kapten Let Pande melanjutkan kegiatannya sebelum masuk tentara, yaitu belajar siasah dan sastra pada Teungku Chik Indrapuri, setiap Kamis dan Jumat. Kali ini, dia menyempatkan diri menulis isi pemikirannya tentang siasah di dalam dan luar negeri. Selama lima bulan itu, dia telah menulis sebuah buku siasah. Di dalamnya ada syair-syair.

Setelah ditulisnya, buku itu disalin dua rangkap. Satu rangkap diserahkan kepada Teungku Chik Indrapuri, satu rangkap dipersembahkan untuk Sultan Aceh, satu rangkap lagi bersama dirinya sendiri.

Di senja itu, dia duduk di geladak kapal utama yang bentuknya sama dengan kapal lain, berwarna coklat. Pasukannya dapat menandai kapal itu dengan nomornya, SAD LBI 01, yaitu kepanjangan dari Sultan Aceh Darussalam – Laskar Batalyon Indrapatra nomor 01.
Sebagaimana di atas kapal lain yang baru selesai dibangun dan yang lama, di atas semua kapal yang dipimpin Kapten Let Pande pun dipasang bendera besar dari kain bewarna merah, bendera Angkatan Kesultanan Turki Usmaniyah. Itu hadiah dari Sultan Turki yang mengizinkan Sultan Aceh mengibarkan benderanya di laut. Menaikkan bendera Turki Usmaniyah itu untuk menakut-nakuti pasukan Portugis. Mereka harus menyadari bahwa pasukan Turki Usmaniyah juga ada di Selat Melaka, bukan hanya di Laut Tengah.