REDELONG – Kemarin, Selasa, 15 Maret 2016, lokasi air terjun Tansaran Bidin yang terletak di Desa Wono Sari Kecamatan Bandar, Bener Meriah, dipadati ratusan manusia. Kedatangan mereka bukan untuk menikmati keindahan alam di sana, melainkan untuk mencari korban tenggelam sepasang calon pengantin yang ditelan derasnya aliran air sungai. (Baca: Sepasang Calon Pengantin Tenggelam di Air Terjun Bener Meriah)

Usaha keras petugas dan masyarakat di sana membuahkan hasil. Kedua korban berhasil ditemukan, namun sudah tak bernyawa. (Baca: Calon Pengantin Pria yang Tenggelam di Air Terjun Ditemukan Tewas)

Tak hanya itu, belakangan diketahui, saat pencarian kedua korban dilakukan, Patu Zaman, 16 tahun, warga Simpang Tiga Redelong juga menjadi korban. Ia terseret arus saat membantu melakukan pencarian. Akibatnya, Patu Zaman mengalami patah tulang di bagian kaki sebelah kiri. (Baca: Cari Calon Pengantin Tenggelam, Patu Zaman Patah Tulang)

Usai kejadian itu, ragam cerita tentang air terjun Tansaran Bidin menjadi ramai dibicarakan orang. Termasuk hal-hal yang berkaitan dengan dunia mistis.

Ada yang mengatakan, lokasi air terjun Tansaran Bidin dihuni sosok misterius. Sosok itu tidak senang jika tamu yang hadir terlalu bersuka ria.

Beberapa pengunjung juga mengaku pernah melihat banyang-banyangan sosok misterius itu. Ada juga sebagian pengunjung jatuh sakit sepulang dari sana.

“Itu semua terjadi kalau pengunjung terlalu ria,” kata Agus, salah seorang warga Takengon yang mengaku pernah mengunjungi lokasi wisata alam di pedalaman Bener Meriah itu.

Cerita lebih banyak tentang keindahan Tansaran Bidin dituturkan oleh mantan Duta Wisata Kabupaten Bener Meriah Ismi Niara Bina, M.Psi., yang kini seorang psikolog.

Menurut Ismi Niara Bina, lokasi wisata air terjun Tansaran Bidin memang terletak di pelosok.  Lokasinya terisolir. Tak ada akses yang dapat dilewati kendaraan menuju ke sana. Hanya tersedia jalan setapak dan diapit oleh hutan belukar. Bagi pengunjung yang berminat menuju ke lokasi itu, diharuskan menempuh jarak sekitar dua jam jalan kaki dari perkampungan Wono Sari, Kecamatan Bandar, Bener Meriah.

“Kalau dari pusat kabupaten jauhnya sekitar 45 menit menggunakan kendaraan, tapi kalau dari Pondok Baru sekitar 20 menit, kemudian dilanjutkan jalan kaki sekitar 90 menit menuju titik lokasi air terjun Tansaran Bidin,” kata Ismi Niara Bina melalui selulernya kepada portalsatu.com, Rabu, 16 Maret 2016.

Dirunut kisah ke belakang, kata Ismi Niara, banyak orang tua–penduduk di sana melarang berkunjung ke lokasi air terjun Tansaran Bidin karena faktor keamanan. Alasan itu diperkuat dengan letak lokasi yang terisolir, dan diperparah oleh berhembusnya cerita mitos terkait sosok misterius.

Hingga saat ini, kata Ismi Niara, jalur menuju lokasi wisata air terjun Tansaran Bidin juga sangat menantang. Jalannya terjal. Belum ada jalan yang dibangun menuju ke sana. Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya peringatan daerah rawan dan petunjuk arah.

“Jalurnya ekstrem tapi cantik. Di sepanjang jalan menuju titik lokasi air terjun, mata kita dimanjakan dengan pemandangan yang indah dan asri. Alamnya luar biasa dan masih natural,” kata Ismi Niara.

Wisata alam alam air terjun Tansaran Bidin kata Ismi Niara, memiliki daya tarik yang dahsyat. Hanya saja dibutuhkan akses pendukung seperti pembangunan jalan dan petunjuk arah sekaligus petugas penjaga keamanan di sana.

Selain pemandian air panas Wieh Pesam di Simpang Balik, pendakian puncak gunung Burni Telong, air terjun Tansaran Bidin juga menjadi primadona wisatawan lokal.

“Kita sudah promosikan semaksimal mungkin lokasi wisata di Bener Meriah termasuk air terjun Tansaran Bidin melalui media sosial. Kawan-kawan di medsos sangat tertarik, namun ini berpulang lagi kepada pemerintah untuk memberi fasilitas pendukungnya,” ujar Ismi Niara yang juga Wakil I Inong Aceh 2011.

Camat Bandar, Almanar mengakui akses menuju lokasi air terjun Tansaran Bidin masih belum dapat digunakan laju kendaraan.

“Sebenarnya menuju ke lokasi itu tidak jauh, tapi karena jalannya agak susah maka butuh waktu berjam-jam,” kata Almanar.

Lokasi wisata air terjun Tansaran Bidin kata Almanar, dibuka untuk umum mulai pukul 08:00 hingga pukul 17:00 WIB.

“Petugasnya kadang ada, kadang tidak juga, soal mitos misterius saya rasa tidak juga, karena selama dibuka lokasi itu ini musibah pertama,” ujar Camat Almanar.[](ihn)