Jumat, Juli 19, 2024

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

Cerita MJ PLN Bantu Nek Aminah Penjual Sirih di Depan Masjid Cunda

Turun dari mobil, Mukhtar Juned, menyeret kakinya dua setengah langkah di trotoar depan Masjid Al-Hikmah Cunda, Lhokseumawe, Selasa, 13 September 2022, sekitar pukul 10.00 WIB. Mukhtar Juned atau MJ, sekonyong-konyong berjongkok di sisi Nek Aminah, penujal sirih di trotoar itu, persis di bibir Jalan Medan-Banda Aceh.

“Assalamualaikum, Nek,” ucap MJ.

“Waalaikumussalam,” Nek Aminah menjawab salam dengan suara lirih.

Na tingat neuh keu lon mantong (Masih ingat kepada saya),” MJ mulai bertanya.

Tingat (teringat),” ucap nenek 84 tahun itu.

Soe (Siapa),” tanya MJ.

Yang jok peng keu lon uroe nyan, limong ploh ribe (Yang memberikan uang kepada saya hari itu, Rp50 ribu),” ujar Nek Aminah yang merupakan warga Dusun A Desa Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Uroe nyan droe neuh peuna neu lake bak lon (Hari itu nenek meminta apa kepada saya),” MJ mencoba mengembalikan ingatan Nek Aminah.

Lon lake modal usaha (Saya minta modal usaha),” kata Nek Aminah.

Padib neu lake (Berapa yang nenek minta),” tanya MJ lagi.

Limong reutoh ribe (Rp500 ribu),” ucap Nek Aminah.

Jinoe lon jok sijuta keu droe neuh (Sekarang saya serahkan Rp1 juta untuk nenek),” kata MJ sambil menyodorkan kertas bertuliskan “Program Bantuan Modal Usaha Rp. 1.000.000 melalui Muzakki YBM PLN Aceh Mukhtar Juned”.

Dua setengah detik kemudian, Nek Aminah membaca tulisan tersebut dengan tepat. MJ merasa kagum lantaran wanita beruban tersebut mampu membaca.

MJ lantas berkata, “Nek, droeneuh neulake bantuan limong reutoh ribe, tapi lon bi sijuta. Nyoe zakeut pegawai PLN Aceh. Dikabulkan keu droe neuh sijuta. Tulong neu gunakan sebaik-baik jih (Nenek meminta bantuan Rp500 ribu, tapi saya serahkan Rp1 juta. Bantuan ini dari dana zakat pegawai PLN Aceh. Tolong nenek gunakan bantuan ini sebaik-baiknya)”.

“O (pegawai PLN) yang di Banda Aceh,” tanya Nek Aminah.

Nye, lon (iya, saya) di Banda Aceh,” kata MJ.

Man nye lon enteuk han ek kumeukat, kiban (Kalau nanti saya tidak mampu berjualan, bagaimana),” tanya Nek Aminah.

Hana peu-peu, peng nyan keu droe neuh, hana payah bayeu. Keu modal usaha droeneuh (Tidak apa-apa, uang itu untuk nenek, tidak perlu mengembalikan. Untuk modal usaha nenek),” ujar MJ.

Oma, Alhamdulillah, Neuk hai. Get that seunang lon, ban gadoh peng mantong baroesa (Alhamdulillah, Nak. Senang sekali saya. Kebetulan saya beberapa hari lalu kehilangan uang),” kata Nek Aminah tanpa dusta.

MJ mencoba menghibur Nek Aminah agar tetap merasa senang.

Nyoe enteuk kupeugot meja jeut (Nanti saya buat meja lapak jualan dengan dana bantuan itu boleh),” Nek Aminah mencoba mendiskusikan idenya yang muncul spontanitas.

Beurangkapeu neu peugot jeut, keu droe neuh peng nyan (Silakan digunakan bantuan itu untuk keperluan usaha nenek),” ujar MJ.

MJ pamit.

O get, teurimong gaseh banyak beh (Baik, terima kasih banyak, ya),” ucap Nek Aminah.

MJ menceritakan dialognya dengan Nek Aminah kepada portalsatu.com melalui telepon seluler, beberapa saat setelah ia menyerahkan bantuan modal usaha dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Aceh itu.

***

MJ merasa tersentuh hatinya untuk membantu Nek Aminah usai berbincang-bincang dengan perempuan renta itu yang berjualan sirih di trotoar dipayungi pohon rindang di depan Masjid Cunda, Ahad, 21 Agustus 2022, siang.

Setelah bercakap-cakap dengan Nek Aminah kala itu, MJ menuliskan dialognya dengan nenek tersebut.

Berikut dialog MJ dengan Nek Aminah waktu itu:

Assalamu’alaikum, Nek. Peu haba droeneuh, trep that hana lon kalon droeneuh meukat, ho neujak, Nek (Apa kabar, nenek, lama sekali saya tidak melihat nenek jualan di sini, ke mana saja, Nek,” sap MJ memulai pembicaraan.

Lon meukat sampe cot uroe sagai, han ek lon duek trep that, suum that dan urueng pih hana rame yang bloe (Saya jualan sampai siang saja, tidak sanggup saya duduk berlama-lama matahari terlalu panas, lagi pula yang beli pun tidak banyak),” kata Nek Aminah.

Kadang lam siuroe na meureumpok peng meu dua ploh ribe, kadang chit meuna tan, man daripada lon jak mita seudekah, leubeh got lon duk hinoe mantong, Insya Allah na raseuki laen geubri le Allah (Kadang dalam sehari hanya laku Rp20 ribu, kadang tidak laku sama sekali, namun daripada saya jadi pengemis, lebih baik saya duduk jualan di sini, Insya Allah diberikan rezeki oleh Allah dengan cara lain,” ujar Nek Aminah.

Nek Aminah menjual sirih manis, sirih biasa, kacang tojin, dan pisang sale goreng. Namun, barang yang ia jual tidaklah banyak karena minimnya modal.

Kepada MJ, Nek Aminah mengaku
memiliki beberapa anak (tanpa menyebut jumlah), sudah meninggal tiga orang. Nenek itu juga mempunyai sejumlah cucu.

Lakoe long ka trep meninggai, makajih lon usaha keudroe untuk lon pajoh si uroe-uroe (Suami saya sudah lama meninggal, makanya saya berusaha sendiri untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Nek Aminah kepada MJ.

MJ lalu meminta Nek Aminah membuatkan sirih selaseh yang biasa ia beli di tempat lain.

Nek, nyoe na bacut raseuki yang Allah titip bak lon untuk droe neuh, memang hana jai karena meureumpok secara tiba-tiba lage nyoe. Insya Allah laen watee lon balek dan tanyoe meureumpok lom di sinoe (Nek, ini ada sedikit rezeki yang Allah titip kepada saya untuk nenek, memang tidak banyak karena kita jumpanya secara tiba-tiba. Insya Allah lain waktu kita akan berjumpa kembali di sini),” kata MJ kepada Nek Aminah setelah menerima sirih yang ia minta tadi.

Nek Aminah pun terkekeh saat menerima uang dari MJ. Nenek itu mengucapkan terima kasih kepada MJ, mendoakan semoga dimudahkan rezeki, dan berharap suatu saat bisa mendapatkan modal usaha untuk melanjutkan berjualan di tempat tersebut.

“Insya Allah, Nek,” kata MJ ketika itu.

Doa Nek Aminah terkabul. MJ kini telah menyerahkan modal usaha untuk Nek Aminah dari YBM PLN Aceh.

Nek Aminah berharap bantuan modal usaha Rp500 ribu, diberikan Rp1 juta. Alhamdulillah.[](nsy)

Baca juga: