Nazariah mengawali aktivitas pagi dengan membersihkan rumahnya yang berada tak jauh dari tanggul Krueng Pase di Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Sabtu, 17 Oktober 2018. Perempuan paruh baya itu tersentak tatkala telinganya tiba-tiba mendengar gemuruh air sungai menerjang tanggul Krueng Pase.

Tanggul itu akhirnya jebol. Air sungai pun mengalir deras menghantam rumah Nazariah dan rumah warga lainnya. Sekonyong-konyong, Nazariah dan keluarganya melesat ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Tak lama kemudian, sejumlah rumah tumbang (ambruk) dan hanyut diseret arus banjir, termasuk rumah berkonstruksi kayu milik Nazariah.  

“Airnya sangat deras, tidak memungkinkan lagi untuk menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah,” kata Nazariah ditemui portalsatu.com/ saat ia bersama suaminya, Muridi (55), membersihkan puing-puing rumahnya, Minggu, 18 November 2018.

Semua barang di dalam rumah Nazariah habis disapu banjir. Warga miskin itu hanya bisa pasrah menerima musibah tersebut. Ia akan sangat bersyukur jika pemerintah membangun kembali rumah untuk dirinya. “Rumah warga yang diterjang banjir sudah didata oleh pihak dinas terkait, kita berharap nantinya ada bantuan rumah dan juga untuk warga lainnya,” ujar Nazariah.

Namun, kata Nazariah, paling penting harus diperbaiki tanggul Kreung Pase terlebih dahulu untuk mengantisipasi terjadinya luapan air sungai tersebut.

Suami Nazahriah, Muridi menyebutkan, untuk sementara ini dirinya bersama warga lainnya mengungsi ke posko yang disediakan di gampong tersebut.

“Saya tidak bisa berbuat banyak, kalau mau bangun rumah kembali saya pun kesulitan biaya. Saya rasa hal yang sama dialami tetangga yang rumahnya juga terbawa arus sungai. Mudah-mudahan ada bantuan untuk dibangun rumah walaupun seadanya,” ucap Muridi.

Geuchik Gampong Kumbang, Zulkarnaini, mengungkapkan, sebanyak 214 Kepala Keluarga (KK) korban banjir saat ini mengungsi di tenda darurat dibangun di gampong tersebut. Dalam musibah itu, kata dia, tidak ada korban jiwa. Namun, sejumlah warga kehilangan harta bendanya.

“Kita sudah mendata rumah-rumah warga yang rusak parah akibat diterjang arus sungai. Sampai saat ini kita juga terus berkoordinasi dengan pihak dinas terkait,” ujar Zulkarnaini.

Zulkarnaini menyebutkan, tiga rumah warga hilang terbawa banjir yaitu milik Juwariah (50), Muridi (55) dan Asri Daud (50). Sedangkan rumah milik M. Hasan Adam (50), sebagian rusak dan terseret banjir.[]