BANDA ACEH – Penyanyi lawas Aceh, Said Ayuzar Alydrus atau dikenal dengan nama Said Jaya Kapalo, mengatakan hubungan Aceh dengan Turki perlu dijalin kembali seperti masa silam.

Bek i pike bangsa Aceh nyoe bangsa pane, tapi bangsa yang jithe le donya, yaitu Turki, Yaman, dan sebagainya termasuk Arab juga India,” kata Sayed Jaya saat mengunjungi stan Pusat Kebudayaan Aceh-Turki (PuKAT) di lokasi Piasan Seni, di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Sabtu, 17 November 2018.

Sayed optimis dengan kehadiran PuKAT akan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat Aceh tentang Turki. “Mengembalikan ingatan bahwa Aceh juga keturunan-keturunan dari Turki yang datang ratusan tahun silam,” kata penyanyi Aceh yang terkenal dengan lagu 'Kapalo-palo' itu.

Said mengatakan, Turki adalah salah satu modal bagi peradaban Aceh. Sebagaimana bukti nyata dalam sejarah bahwa Turki dahulu telah membina Aceh dalam berbagai hal, termasuk di bidang peralatan perang seperti meriam Lada Sicupak hingga pertahanan perang Aceh menjadi perhitungan bagi bangsa-bangsa lain. Menurut dia, meriam Lada Sicupak milik Aceh yang dibawa ke Belanda seharusnya Belanda mengembalikannya ke Aceh.

“Kembalikan (hubungan Aceh dengan) Turki itu, dan apa yang pernah mereka berikan pada kita seharusnya kita apresiasikan, dan juga seharusnya orang Aceh belajar bahasa Turki,” kata Said.

Menurut Said, ikatan jiwa dan batin antara orang Aceh dengan Turki sangat dekat. Bukti persahabatan dan keakraban di masa lalu sampai saat ini masih bisa dijumpai di Aceh dengan banyaknya makam para pahlawan asal Turki.

Sejarah yang mutlak nakeuh tanyoe sesama aqidah teuh membantu dalam segala hal. Jadi, kembalikan nyan. Tapuwoe marwah dengan kembalikan ureung yang na jasa-jasa keu nanggroe geutanyoe. Dengan bersatu tanyoe akan kuat, Insya Allah,” ucap Said.[]