LANGSA – Awal peristiwa keluarnya asap dari dalam tanah di Gampong Bireuem Rayek, Kecamatan Bireum Bayeuen, Kabupaten Aceh Timur, disebabkan oleh pemuda setempat yang menyalakan api saat menjaga alat berat (bekho) yang ditempatkan di sana, tepatnya di lokasi keluar asap dari dalam tanah saat ini.
“Di mana kala itu ada pengerukan bukit diambil tanahnya untuk dijual. Jadi pemuda yang berjaga (piket) pada saat itu mereka menyalakan api atau membakar kayu supaya lebih aman dari gigitan nyamuk. Nah setelah itu sampai sekarang masih berasap,” kata Syamsir warga setempat kepada portalsatu.com, Minggu 10 April 2016.
Dia menjelaskan dulu masyarakat berpikir mungkin saja asap itu tidak habis-habis tetap keluar atau menyala dari dalam tanah karena yang dibakar itu kayu yang tertimbun. Ternyata kata dia, bukan kayu sepertinya ada benda lain mungkin saja ada campuran zat batu bara sehingga mengakibatkan asap bertahun-tahun keluar dari dalam tanah.
“Kan tidak mungkin misalnya kayu yang tertimbun sudah sepuluh tahun masih berasap sampai sekarang, kayunya tidak habis-habis terbakar, tidak mungkin kan,” ujar Syamsir.
Dan dia juga menceritakan terkait lempengan tanah yang mengeluarkan asap. Dulu kata dia, keponakannya pernah membawa pulang lempengan tanah/batu yang berasap itu untuk dinyalakan di dalam kandang kambing.
“Kambing sepertinya tidak tahan dengan hawa panas dari batu/tanah yang mengeluarkan asap itu, kambing pun seakan menjerit, mbek, mbek sampai semalaman,” kata warga Bireuem Rayek ini.
Namun kata Syamsir sejauh ini belum ada korban jiwa baik karena bahaya asap atau terjatuh hingga ambruk ke dalam tanah yang berbahaya itu. Belum ada satupun korban jiwa, katanya, dan diharapkan jangan ada, sebab masyarakat sering berada di lokasi itu.
“Pihak Polres Aceh Timur juga sudah melihat langsung namun tidak mengeluarkan larangan bagi warga untuk tetap menghindar karena dianggap membahayakan bagi kesehatan maupun keselamatan,” kata Syamsir yang mengaku pensiunan TNI.[](tyb)



