__Namun secara psikologi massa agaknya, jumlah terpapar nasional yang melampaui Cina itu, membuat kita “lelah sendiri” dan seakan semakin berani mati “biarlah, toh ajal, siapa tahu?”___
Oleh Taufik Sentana*
Masih ingat bagaimana sibuknya kita di awal istilah “Lokcdown”? sekitar Maret lalu, saat di beberapa daerah mulai menerapkan siaga darurat. Media apapun sibuk memberitakan seputar Covid 19, sampai saat ini masih diupdate. Dan sesuai data nasional, jumlah terpapar sudah melampaui 87.000 kasus. Beberapa daerah di Jawa dan Sumatera masih menunjukkan kurva yang belum menurut secara signifikan.
Banyak pertimbangan yang telah dilakukan guna meredam penyebaran virus ini dan “mengelola” keresahan masyarakat: baik resah psikologis, sosial dan ekonomi. Pertimbangan ekonomi makro juga menyoal potensi resesi, kekurangan pangan dsb.
Maka untuk itu, pertimbangan investasi, roda ekonomi, pariwisata dan lainnya, kita tidak menerapkan lockdown, hanya PSBB dan standar protokol tertentu. Serta akhirnya, sampai di fase normal baru, atau transisi (instilah gubernur DKI).
Walaupun demikian, di Aceh khususnya menunjukkan keresahan sendiri perihal trend kasusnya yang meningkat. Namun secara psikologi massa agaknya, jumlah terpapar nasional yang melampaui Cina itu, membuat kita “lelah sendiri” dan seakan semakin berani mati “biarlah, toh ajal, siapa tahu?”.
Maka keresahan itu telah menjelma dalam alam sadar dan bertumpuk dengan ragam beban atau keresahan lainnya, sehingga tampak dalam perilaku umum masyarakat kita sekarang, di fase normal baru.
Selain semuanya seakan tampak “biasa”, hanya sekolah saja yang dituntut” penuh standar protokol, sementara di banyak fasilitas lainnya (Aceh), masih begitu ramai, baik siang atau malam. Toko, pasar, pusat belanja dan lainnya, tidak menjalankan protokol seketat sekolah (atau rumah sakit). Kita tahu, bahwa sekolah mesti membagi pembelajarannya bershift dan berjenjang (saat ini, SD dan TK belum sekolah normal).
Begitulah secuil model keresahan kita pada pandemi Covid 19 ini
Dan itu masih menyisakan banyak pertanyaan, tantangan dan terobosan di setiap lini kehidupan masyarakat.[]
*Peminat sosial budaya.




