ACEH UTARA – Salah seorang anak yatim bernama Hayatun Asniar (15), warga Gampong Keude Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, mendapatkan bantuan satu sepeda motor dari ‘Creator Youtube/nodiewakgenk’. Creator itu menyerahkan kenderaan secara langsung di rumah Hayatun Asniar, Selasa, 15 Juni 2021, sore.
Hayatun Asniar merupakan anak dari Nuraini Mustafa (34), janda miskin yang menempati gubuk kecil berdinding tripleks dan sebagain papan kayu tampak sudah lapuk. Rumah ibu empat anak itu didirikan di atas tanah wakaf masjid.
Nuraini saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Arun Lhokseumawe karena mengalami sakit infeksi paru. Selain Hayatun Asniar, Nuraini juga ditemani tiga anak lainnya, Rahmat Kurniawan (19), Siti Aisyah (11), dan Muhammad Zakir (9).
Mendengar kabar terkait kondisi yang dialami Nuraini, sehingga tergugah hati salah seorang Creator Youtube bernama lengkap Junaidi (31) asal Gampong Kuta Krueng, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, dan telah lama menetap di Medan, Sumatera Utara, untuk membantu anak Hayatun Asniar dengan memberikan sepeda motor jenis Yamaha Gear.
Junaidi kepada wartawan mengatakan awalnya mendapatkan informasi mengenai kondisi dialami Nuraini dari salah satu membernya di Lhokseumawe, yaitu Agam Khalilullah. “Dia memberi kabar bahwa di kawasan Keude Krueng Geukuh ada seorang janda (suaminya sudah meninggal dunia) yang hidupnya dalam keadaan susah dan serba kekurangan, sehingga tergerak hati saya untuk memberikan bantuan atau sedekah kepada keluarga tersebut. Alhamdulillah, saya ada sedikit diberikan rezeki oleh Allah SWT, dan saya ingin berbagi,” kata Junaidi akrab disapa Nodie Wakgenk.
“Apalagi Hayatun Asniar itu anak yatim dengan kondisi finansial keluarganya serba kekurangan. Kita memberikan bantuan sepeda motor ini kepada Hayatun agar memudahkan dia untuk berpergian sekolah yang masih kelas I MAN. Kemudian, dia bersama abangnya (Rahmat Kurniawan) juga menjadi tulang punggung keluarga akibat ibunya sedang mengalami sakit. Keduanya membantu secara ekonomi dengan cara berjualan sayur di Pasar Krueng Geukueh. Saya sangat sedih melihat seperti ini maka perlu dibantu,” tambah Nodie.
Nodie mengungkapkan dirinya saat masih kecil juga pernah menjadi tulang punggung keluarga karena ekonomi pas-pasan. “Maka dari situlah berpikir memang harus dibantu terhadap kondisi anak-anak yatim tersebut. Saya menyerahkan bantuan sepeda motor, karena itu memang hal yang sangat dibutuhkan dan menjadikan alat transportasi bagi mereka,” ujarnya.
“Siapa tahu nanti anak yatim ini suatu saat mendapatkan pekerjaan, jadi ketika bekerja bisa menggunakan sepeda motor ataupun keperluan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Harga sepeda motor itu Rp17 juta,” tutur Nodie.
Nodie juga merasa prihatin melihat kondisi rumah anak yatim itu. “Maka kita berharap ada pihak dermawan lainnya yang juga ikut saling membantu semampunya, termasuk kepada warga lainnya yang hidupnya serba susah,” ujar Nodie Wakgenk.
Hayatun Asniar mengaku sangat senang menerima bantuan tersebut. Sepeda motor itu akan dipakai untuk pergi dan pulang sekolah. “Ibu saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Arun karena sakit paru-paru sudah tiga tahun” ujarnya.
“Ibu saya dibawa lagi ke rumah sakit baru empat hari di sana. Sekarang saya bersama abang menjaga ibu di Rumah Sakit Arun. Saya mendoakan kepada pemberi bantuan ini semoga semakin dipermudahkan rezeki oleh Allah SWT,” ucap Hayatun Asniar.[]






biodata kang nodiewakgenk dong kak