ACEH TIMUR – Pemilik wahana permainan pasar malam Madat, Nurul Istri menggelar kegiatan syukuran dengan menyediakan kenduri untuk anak-anak yatim di Dusun Ali Tawil, Desa Madat, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Sabtu, 26 April 2025, sore.

Pantuan di Lapangan Sepak Bola Madat, tempat pasar malam itu, acara syukuran dihadiri Saifuddin Pj. Geusyik, Daini Abdullah Tuha Peut dan anggotanya, Tgk. Salam Imum Gampong, Miswar Ketua Pemuda, anak-anak yatim serta masyarakat setempat.

Tgk. Imum Gampong mem-peusijuek (tepung tawar) seluruh pekerja atau karyawan dan tempat wahana permainan pasar malam, dilanjutkan dengan berdoa bersama.

Di sela-sela kegiatan itu, Nurul Istri mengatakan, “Kami biasanya setiap pindah pasar malam ke desa lain selalu melakukan syukuran untuk mengenal masyarakat setempat dan kenduri untuk anak-anak yatim”.

“Kami sediakan 150 nasi kotak, cemilan, minuman, dan juga tidak lupa berbagi rezeki dengan anak yatim berupa (sedekah dalam) amplop serta beberapa lembar tiket gratis untuk merasakan kebahagian bersama,” tambah Nurul.

Pasar malam salah satu hiburan bagi masyarakat menawarkan berbagai wahana permainan yang murah meriah. Wahana permainan yang ada mulai dari kora-kora, pancing ikan, rumah hantu, kereta api, dan lainnya.

Di pasar malam itu, para pedagang juga menjual berbagai jenis barang yang unik dan murah. Pasar malam yang dibuka sejak 20 April 2025 itu akan berlangsung selama satu bulan.

“Dengan kenduri untuk anak yatim supaya kita berkah dengan adanya pasar malam di Gampong Madat, yang sudah berjalan beberapa malam ini. Walaupun cuaca sering gerimis namun tetap aman, dan kadang-kadang satu malam menghabiskan 5 blok/500 lembar tiket,” ujar Mus, pengelola di lapangan wahana pasar malam.

Mus menyebut pengunjung paling banyak pada malam Minggu. “Jumlah karyawan kami hanya 20 orang, yang lain kami pakai warga di sini untuk bekerja di pasar malam,” tambahnya.

Masyarakat di sekitar Gampong Madat pun ikut merasakan kebahagian lantaran pasar malam itu bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga. Kedai atau warung di dekat pasar malam juga bisa aktif kembali.

“Warung orang tua kami kemarin sempat tutup karena sepi, tapi dengan ada pasar malam ini sudah buka kembali,”, kata Aris, salah satu warga yang berjualan di pasar malam.

“Banyak juga warga di sini yang menjual barang dagangan milik sendiri, atau ada juga yang bekerja di bagian loket tiket tempat lain milik wahana permainan pasar malam,” tuturnya.[]

Laporan: Lisnawati, peserta Kelas Basri Daham Journalism Institute (BJI) Lhokseumawe