MEULABOH – Pelayaran dari Sinabang, Kabupaten Simeulue menuju Meulaboh, Aceh Barat dan sebaliknya, sejak 28 Agustus hingga 3 September 2019 terpaksa ditiadakan akibat cuaca buruk.

Akibatnya, arus pelayaran masyarakat ke daratan Aceh dari wilayah kepulauan terluar tersebut dialihkan sementara ke Pelabuhan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.

“Kami terpaksa menghentikan sementara jadwal pelayaran Melaboh-Sinabang atau Sinabang-Meulaboh karena faktor cuaca. Ini demi keselamatan kapal dan penumpang yang akan berlayar menggunakan jasa transportasi laut,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, Romi Masri, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Menurut dia, berdasarkan data prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan selama beberapa hari ke depan, tinggi gelombang di Samudera Indonesia wilayah barat Aceh antara 2 meter hingga 3,5 meter. 
Kecepatan angin diperkirakan mencapai 30 knot sehingga kondisi tersebut membahayakan bagi pelayaran.

Romi Masri menambahkan, dampak cuaca buruk tersebut menyebabkan kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh, juga terganggu dengan kuatnya gelombang sehingga membahayakan proses bongkar muat barang maupun kendaraan bermotor.

“Kami berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi tersebut,” katanya.

Pihaknya memastikan apabila kondisi cuaca membaik, maka rute pelayaran Meulaboh-Sinabang atau sebaliknya akan dibuka kembali. “Dengan jadwal pada Selasa, Kamis dan Jumat,” pungkas Romi Masri.

Reporter: Teuku Dedi Iskandar.[]Sumberantaranews.com