SIMEULUE – Kapal feri KMP Teluk Sinabang dan KMP Labuhan Haji jalur penyeberangan Sinabang – Meulaboh, Sinabang – Labuhan Haji, dan Sinabang – Singkil, gagal berangkat akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi lebih dua meter.

Hal ini disampaikan Kasirman, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, kepada portalsatu.com/, Senin, 11 November 2019, malam. Menurut dia, KMP Teluk Sinabang juga ada sedikit perbaikan akibat keretakan pada engsel rampdoor.

Penumpang sudah membeli tiket yang gagal berangkat pada Senin (kemarin) malam untuk rute Sinabang ke Meulaboh sebanyak 50 orang. Selain itu, kendaraan roda dua 11 unit, kendaraan roda empat dan roda enam ada 9 unit.

(Kapal feri KMP Teluk Sinabang setelah dikosongkan karena gagal berangkat akibat cuaca ekstrem, Senin, 11 November 2019, malam. Foto: Egar)

Tiket penumpang yang sudah dibeli tetap masih berlaku Selasa (hari ini) untuk keberangkatan dari Sinabang menuju Meulaboh. Direncanakan kapal KMP Teluk Sinabang, dari Sinbang ke Meulaboh, berangkat Selasa, 12 November 2019, sore.

Sebanyak 50 penumpang yang gagal berangkat Senin/kemarin, sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian penumpang lainnya masih bertahan dan menginap di gedung yang ada di pelabuhan karena rumah mereka lumayan jauh.[]

Penulis: Egar Shabara