SIMEULUE – Mendekati akhir tahun 2019, cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana alam melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Simeulue.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue menetapkan status cuaca ekstrem pada level waspada. BPBD Simeulue mengimbau para nelayan, pemilik bangunan yang berdampingan dengan gunung serta bangunan berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk lebih waspada.

Peringatan terkait potensi terjadinya bencana alam yang dapat menimbulkan dampak kerugian materil dan mengancam keselamatan nyawa manusia itu disampaikan Ir. Ali Hasmi, Kepala Pelaksana Harian BPBD Simeulue.

“Cuaca ekstrem yang menimbulkan sejumlah bencana alam di Kabupaten Simeulue, sehingga telah ditetapkan status level peringatan tingkat waspada. Maka diminta seluruh warga tetap siaga terutama pemilik bangunan atau rumah yang berdekatan dengan gunung dan sungai,” kata Ali Hasmi kepada portalsatu.com/, Ahad, 3 November 2019.

(Ali Hasmi Kepala BPBD Simeulue. Foto Egar Sahabara)

Menurut Ali Hasmi, masyarakat yang memiliki bangunan berdampingan dengan gunung perlu waspada karena berpotensi terjadinya  longsor. Pemilik bangunan di sekitar DAS juga diperingatkan untuk siaga, karena rawan banjir akibat penyempitan sungai sehingga tidak mampu menampung luapan air dari curah hujan.

Sementara nelayan diminta waspada terhadap gelombang tinggi. Diharapkan para nelayan tidak memaksakan diri untuk melaut saat cuaca ekstrem. “Karena ini untuk kepentingan keselamatan. Kita harapkan warga patuh terhadap peringatan, sehingga nantinya tidak timbul penyesalan dan saling salah menyalahkan. Serta kita minta warga menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai,” tegas Ali Hasmi.

Diminta kepada 138 pemerintahan desa, 10 kecamatan dan seluruh Panglima Laot tingkat kabupaten dan kecamatan untuk tetap terus memberikan informasi status level waspada bencana alam di Kabupaten Simeulue kepada warganya dalam waktu setiap 24 jam.

Dalam catatan resmi BPBD Simeulue, menyebutkan sejak awal Oktober hingga memasuki November 2019, bencana alam yang melanda Kabupaten Simeulue terus berdatangan silih berganti. Diawali bencana kebakaran Kota Sinabang, kemudian banjir yang merendam ratusan rumah dan bangunan, serta merusak fasilitas jembatan dan tanah longsor di sejumlah titik lereng gunung di 10 kecamatan.[]

Penulis: Egar Shabara