SUBULUSSALAM – Beberapa titik ruas jalan produksi di Kecamatan Rundeng dalam kondisi becek dan berlumpur. Akibatnya masyarakat kesulitan membawa hasil panen untuk dijual ke pasar.

Bahkan, rombongan Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E., bersama Wakil Wali Kota Drs. Salmaza, MAP. dan Kepala Dinas PUPR Ir. Alhaddin terjebak lumpur saat melewati akses jalan produksi menuju kebun masyarakat di Kampong Dah, Kecamatan Rundeng, Ahad, 3 November 2019.

Meski berjibaku dalam lumpur, Bintang-Salmaza bersama rombongan masih bisa lewat menggunakan mobil double cabin karena memiliki double gardan atau 4×4 memiliki 2 poros roda sebagai penggerak. Akhirnya, rombongan wali kota sampai ke tujuan melihat area perkebunan jagung di Desa Dah.

Melihat akses jalan produksi yang masih memprihatinkan, Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang mengatakan tahun depan akses tersebut akan dilakukan penggerasan agar petani di sana mudah membawa hasil panen untuk dijual ke pasar.

“Ini menjadi cacatan bagi dinas terkait, ke depan harus segera dilakukan pengerasan biar jangan becek, susah melewatinya apalagi musim hujan,” kata Bintang.

Affan Alfian Bintang mengatakan, kunjungan ke lokasi perkebunan ini dalam rangka meninjau sejumlah desa di bantaran Sungai Souraya terkait potensi banjir mengingat beberapa hari belakang ini wilayah Kota Subulussalam dilanda hujan deras.

Hal ini seiring dengan instruksi Plt. Gubernur Aceh kepada para bupati/wali kota dan dinas terkait untuk siap siaga, dan melakukan langkah antisipatif jika terjadi banjir, mengingat curah hujan belakangan di sejumlah daerah di Aceh sangat tinggi.

“Semalam air sempat meluap ke permukiman penduduk, tapi sekarang sudah surut, sudah bisa dilewati,” kata Bintang.[]