BANDA ACEH – Sudah beberapa hari cuaca ekstrem melanda beberapa tempat di Aceh. Tak hanya angin kencang, Aceh juga dilanda hujan yang tak beraturan. 

Kasi Datin BMKG Blang Bintang, Zakaria melalui pesan yang ditulisnya kepada portalsatu.com, mengatakan hal ini terjadi akibat terjadinya pergantian musim.

“Umumnya Kondisi angin di wilayah Aceh saat ini adalah peralihan dari musim timur laut ke musim barat daya. Periode musim barat/ barat daya ini biasanya berlangsung dari bulan Mei hingga September bersamaan terjadinya musim kemarau,” tulis Zakaria dalam pesan yang diterima wartawan, Rabu, 25 Mei 2016.

Ia menjelaskan angin  barat  tersebut dapat memicu timbulnya daerah pertemuan angin (konvergen), daerah tekanan rendah, lembang tropis sampai siklon tropis di Teluk Benggala. Imbasnya dapat dirasakan di daerah Aceh berupa banyak hujan yang diikuti angin kencang, serta gelombang laut yang tinggi seperti sekarang ini.

“Masa timbulnya gelombang tropis tersebut antara bulan Mei sampai September, dan perlu diwaspadai dalam kurun waktu tersebut utamannya untuk daerah Aceh bagian Barat, Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang,” tulisnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, wilayah-wilayah tersebut menghadap langsung Lautan India bagian barat hingga utara, sehingga sistem cuaca daerah tersebut banyak diwarnai sifat udara lautan.

“Wilayah tersebut bertetangga dengan sistem cuaca Teluk Benggala dan Bangladesh. Wilayah kita yang terpengaruh oleh monsun Asia Selatan ini yang pada musim dingin Asia angin bertiup dari timur laut dengan massa udara yang sifat asalnya dari Tibet dingin dan kering kemudian termodifikasi di laut India utara. Oleh karena itu bergantung banyak kepada udara di atas laut tersebut. Kalau laut panas banyak menghasilkan hujan dan bila lautnya dingin hujan berkurang,” katanya.

Kondisi ini akan sangat berpengaruh terhap peningkatan cuaca buruk dan tinggi gelombang. Seperti terlihat sekarang ini tinggi gelombang mencapai 2 sampai 4 meter di wilayah Samudera Hindia bagian barat Aceh. Gelombang laut diperkirakan setinggi 1,5-3 meter di selatan Pulau Simeulue, selatan Pulo Aceh, Lam Teng Ulee dan wilayah perairan selatan serta utara Sabang. Sedangkan 1-2,5 tinggi gelombang terjadi di sepanjang perairan pinggir Aceh Barat Selatan dan Selat Malaka bagian tengah.

“Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga 3 hari ke depan terutama di siang hingga sore hari,” lanjut Zakaria.[](bna)