ACEH UTARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh menyatakan suhu cuaca di wilayah Aceh khususnya Aceh Utara dan sekitarnya saat ini mencapai 32 derajat celcius. Namun demikian, suhu itu masih dalam kategori normal.

Kepala BMKG Malikussaleh, Aceh Utara, Siswanto, melalui Prakirawan BMKG, Wiwit Nita Sari, Senin, 18 April 2022, mengatakan memang suhu cuaca selama memasuki bulan suci Ramadhan ini akan terasa lebih menyengat pada siang hari, karena sudah memasuki musim kemarau. Sehingga suhunya mencapai 32 derajat celcius, namun masih dalam kategori normal dan belum termasuk ekstrem untuk wilayah ini.

“Jadi, memang beberapa hari ke depan sampai awal Mei 2022, potensi hujan akan masih berkurang untuk wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe. Peluang curah hujan hingga awal Mei nanti itu masih akan ada tingkat rendah. Tapi lain hal dengan wilayah perbatasan antara Aceh Utara dan Bener Meriah, itu ada peluang potensi hujan,” kata Wiwit Nita Sari.

Menurut Wiwit, untuk daratan tinggi memang berbeda tipenya dengan wilayah pesisir yang sudah memasuki musim kemarau. Karena untuk daratan tinggi masih ada potensi hujan ketika sore hari. Untuk kondisi suhu cuaca pihaknya memprakirakan akan mengalami peningkatan pada Mei-Juni 2022 bisa mencapai 34 derajat celsius, tapi ini juga masih dalam kategori normal dan belum masuk ekstrem untuk wilayah Aceh Utara, Lhokseumawe dan sekitarnya.

“Kalau untuk musim kemarau itu kami prakirakan terjadi yang sejak awal April hingga September 2022. Untuk potensi angin khususnya di wilayah pesisir bagian daratan antara 5-12 kilometer per jam, sedangkan di perairan antara 4-20 kilometer per jam. Ini masih kategori normal dan aman,” ujar Wiwit Nita Sari.

Selain itu, kata Wiwit, untuk titik panas berdasarkan data update pada 18 April 2022 itu belum terpantau di mana lokasinya, baik di wilayah Aceh Utara maupun Provinsi Aceh secara umum.

“Cuaca panas seperti saat ini maka kita mengimbau kepada masyarakat agar selalu memerhatikan kondisi tubuh dengan cara memenuhi cairan, salah satunya perbanyak minum air putih ketika berbuka puasa dan sahur (Ramadhan). Kita juga mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan atau skala yang besar, untuk menghindari terjadinya kebakaran karena cuaca panas seperti ini,” ujar Wiwit Nita Sari. []