Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaCut Man, Mantan...

Cut Man, Mantan Wakil Gubernur GAM Peraih Parliament Award

CUT Man, lelaki yang kini anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, dulunya merupakan anggota ‘pejuang’ kemerdekaan Aceh di bawah komando GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Dalam organisasi tersebut, ia dipercayakan sebagai Wakil Gubernur untuk wilayah Meulaboh Raya.

Dia adalah satu-satunya anggota legislatif yang terpilih dari Partai Nasional Aceh (PNA) pada pemilihan 2014. Karena itu, PNA tidak bisa membentuk fraksi sendiri, sehingga Cut Man bergabung dalam Fraksi Golkar. Ia dipercayakan sebagai Sekretaris Komisi C DPRK Nagan Raya.

Sebagai mantan Wakil Gubernur GAM saat masa konflik, Cut Man dikenal berbicara blak-blakan. Hal tersebut menjadikan Cut Man sebagai anggota legislatif yang aktif dan kritis di DPRK Nagan Raya. Hal itu terlihat dalam tindak tanduknya.

Tahun 2015, Cut Man mengkritisi perjalanan dinas Bupati Nagan Raya, T. Zulkarnaini bersama keluarga dan sejumlah pejabat ke Tiongkok untuk mendalami soal giok yang dibiayai APBK (Anggaran Pembiayaan Belanja Kabupaten) Nagan Raya. Perjalanan tersebut dikritisi Cut Man karena tidak diberitahukan kepada pihak legislatif.

Di balik sikapnya yang kritis terdahap eksekutif, ternyata Cut Man menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan pendapatnya. Aspirasi masyarakat tersebut umumnya ditindaklanjuti Cut Man. Seperti aspirasi tentang perlunya sebuah kompleks pesantren modern terpadu.

Aspirasi tersebut akhirnya disetujui pimpinan DPRK dan Bupati Nagan Raya. Menurut rencana, kompleks pesantren tersebut akan dibangun di kompleks perkantoran Suka Makmue.

Melihat langsung kondisi pelayanan suatu instansi bagi masyarakat juga kerap dilakukan pria yang beralamat di kawasan Simpang Peut tersebut. Mei 2016, Cut Man melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke Rumah Sakit Umum (RSU) Nagan Raya. 

Kunjungan yang dilakukan secara mendadak itu untuk  memastikan pelayanan yang berlangsung di rumah sakit tersebut. Saat itu banyak masyarakat mengeluhkan persoalan pelayanan dan ketersediaan obat–obatan di RSU milik Pemkab Nagan Raya.

Dari tindakan dan perilaku mantan Wakil Gubernur GAM wilayah Meulaboh Raya tersebut, maka tidaklah mengherankan jika di awal-awal mencuatnya pemilihan Bupati Nagan Raya untuk periode 2017–2022, ia sempat digadang-gadang sebagai bakal calon.

Apa yang dilakukannya bukanlah pencitraan semata, namun itu adalah tugas dan fungsi seorang legislatif. Tidaklah berlebihan apa yang telah dilakukan Cut Man dengan kapasitas anggota legislatif ada yang menghargai dan mengapresiasinya.

Sabtu, 15 Oktober 2016, Cut Man dianugerahi penghargaan Indonesian Awards Of Parliament 2016 yang diserahkan oleh Yayasan Anugerah Prestasi Insani Indonesia, di Grand Ballroom Lumire Hotel, Jakarta.

Memposisikan diri sebagai anggota legislatif yang kritis bukanlah hal mudah. Akibat sikapnya tersebut, Cut Man bahkan pernah didepak secara sepihak dari Fraksi Golkar, fraksi tempat ia bernaung karena PNA tidak bisa membuat fraksi sendiri. Kejadian tersebut dinilai karena Cut Man telah membuat pernyataan yang menyudutkan kader Partai Golkar Nagan Raya.

Lika-liku kehidupan yang pahit dan menyedihkan juga dialaminya. Istrinya pernah ditemukan berduaan dengan pria lain di luar kabupaten. Hal itu pasti mempengaruhi Cut Man itu sendiri. Namun bukanlah Cut Man, jika ia tidak tegar menghadapinya.

Apa yang telah dilakukan dan diraih Cut Man ini, sejatinya menjadi teladan dan semangat untuk kita agar terus berkarya dalam kebaikan dan kemaslahatan masyarakat.

Bahkan sangat diharapkan apa yang dilakukan oleh Cut Man bisa menular kepada perilaku mantan kombatan GAM lainnya. Mengingat hampir sebagian besar pejabat publik yang ada di Aceh baik tingkat kabupaten ataupun provinsi saat ini merupakan mantan kombatan GAM.

Jika hal ini dilakukan, maka kesejahteraan yang merata di Aceh bukan lagi hal yang mustahil. Dan Aceh pun akan bisa menatap masa depan lebih baik. Insya Allah.[]

Muhajir Ibnu Marzuki, Sekjen Ormas Al Kahar

Baca juga: