IDI RAYEK – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Timur Abdul Munir meminta kepala sekolah mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat sasaran untuk mendukung mutu pendidikan yang lebih baik.

“Kepsek (kepala sekolah) selaku pejabat yang bertanggung jawab penuh dalam pengelolaan BOS diharapkan untuk memanfaatkan BOS sesuai ketentuan. Dana BOS diberikan sesuai dengan jumlah peserta didik, sehingga pihak sekolah tidak perlu memanipulasi jumlah siswa. Sebab, me-mark-up (menggelembungkan data jumlah siswa) berbahaya terhadap jabatan kepsek, apalagi menyelewengkan dana BOS,” kata Abdul Munir pada acara penutupan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat SD se-Aceh Timur di SDN 3 Darul Aman, Selasa 12 Juli 2016. 

Di hadapan ratusan kepala SD dan guru, Abdul Munir meminta kepsek bekerja penuh tanggung jawab serta dibarengi keikhlasan. ”Hindari kesalahan dalam mengelola dana BOS, karena bantuan tersebut bukan milik kepsek, tapi harus dimanfaatkan untuk berbagai operasional sekolah sesuai dengan petunjuk teknis,” katanya.
 
Kadis Pendidikan Aceh Timur menambahkan, jika terbukti menyelewengkan dana BOS dapat diproses secara hukum. “Jangan coba-coba menyelewengkan dana BOS, karena dapat dipidana,” tegas Abdul Munir.
 
Abdul Munir juga mengingatkan kepsek dan guru terus bekerja dengan penuh disiplin, sehingga kualitas anak didik mampu bersaing mulai dari tingkat Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) hingga ke tingkat nasional.

“Prestasi pendidikan di Aceh Timur selama ini sudah meningkat, bahkan berbagai jenjang pendidikan kita mampu mengirimkan utusan sebagai wakil Aceh ke tingkat nasional,” kata Abdul Munir.

FLS2N tingkat SD se-Aceh Timur diikuti 154 peserta dari tujuh UPTD. Katagori yang diperlombakan yakni pidato bahasa Indonesia, gambar bercerita, menyanyi tunggal, kriya anyaman, pantonim, cipta puisi, membatik, melukis, lomba seni musik (pianika), lomba seni baca Alquran, lomba cipta dan baca puisi dan tari kreasi baru.[]