SUBULUSSALAM – Kontingen Kota Subulussalam terancam tidak mengikuti Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII pada 18 November 2018 mendatang di Aceh Besar. Hal ini disebabkan anggaran yang disetujui pemerintah terlalu kecil, diperkirakan tidak mencukupi untuk keberangkatan 50 atlet ditambah 20 ofisial dan delegasi.
“Subulussalam bisa batal ikut PORA lantaran persoalan anggaran yang belum ada kejelasan,” kata Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Subulussalam, Saiban Gafar kepada portalsatu.com/, Selasa, 13 November 2018, saat ditanya persiapan Subulussalam mengikuti PORA di Aceh Besar.
Saiban Gafar menjelaskan, awalnya KONI Kota Subulussalam mengajukan kepada pemerintah agar mengalokasikan Rp 400 juta untuk kebutuhan terkait PORA di Aceh Besar. Dana tersebut untuk kebutuhan membiayai kontingen Subulussalam mencapai 70 orang, meliputi atlet 50 orang ditambah ofisial, pelatih dan delegasi 20 orang.
Namun belakangan diperoleh informasi bahwa Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., hanya menyetujui anggaran Rp150 juta berdasarkan keterangan yang diperoleh Saiban Gafar dari pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Subulussalam.
“Kami ajukan sekitar Rp400 juta, tapi kabarnya yang di-acc Pak Wali hanya Rp150 juta, ini jelas tidak cukup untuk kebutuhan 50 atlet ditambah ofisial dan pelatih,” ungkap Saiban.
Menurut Saiban, dana Rp400 juta sudah rasional kebutuhan PORA untuk transportasi, pakaian seragam kontingen, penginapan, uang saku dan peralatan cabang olahraga dan kebutuhan lainnya. “Jika dana yang disetujui tidak sesuai dengan pengajuan, maka Subulussalam tidak dapat memberangkatkan atlet mengikuti PORA di Aceh Besar,” ujarnya.
Saiban bersama sejumlah pengurus KONI dan atlet berharap Pemerintah Kota Subulussalam memberikan perhatian serius agar kontingen Bumi Sada Kata ini dapat ikut ambil bagian pada PORA XIII di Aceh Besar, 18-25 November 2018.
Apalagi, kata Saiban, sebanyak 50 atlet yang mengikuti PORA 2018 telah lulus seleksi saat mengikuti pra-PORA tahun lalu. Namun, kata Saiban, menjelang perhelatan PORA di Aceh Besar, KONI Kota Subulussalam terkesan seperti “dibola-bolai” dan terancam tidak ikut ambil bagian pada event empat tahunan ini.
“Jika kontingen Subulussalam absen dalam event ini terancam dapat sanksi berupa didiskualifikasi oleh KONI,” pungkas Saiban Gafar.[]



