BANDA ACEH – Dana perjalanan dinas DPR Aceh ke luar negeri dialokasikan dalam APBA tahun 2022 lebih Rp8,15 miliar.
Data diperoleh portalsatu.com/, anggaran tersebut untuk biaya tiket pesawat perjalanan dinas luar negeri 81 anggota DPRA. Dana tersebut bakal “pecah telor” mulai Mei ini untuk perjalanan dinas Pimpinan dan Anggota DPRA ke Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumen ‘Estimasi Biaya Kunjungan Kerja Wakil Ketua dan Anggota DPRA ke Rhode Island, Amerika Serikat, tanggal 16 sampai 22 Mei 2022’ yang bocor ke publik, nama pelaksana perjalanan dinas itu Dalimi, Hendra Budian, Safaruddin, dan Alaiddin Abu Abbas.
Dalam catatan tersebut disebutkan perjalanan dinas luar negeri tiga Wakil Ketua dan seorang Anggota DPRA itu terkait “kunjungan kerja dalam rangka memaksimalkan peran legislatif terkait pembangunan strategis Aceh di bidang pendidikan khususnya perguruan tinggi, sekaligus memenuhi undangan The University of Rhode Island”.
Estimasi biaya perjalanan dinas ke luar negeri tersebut yang dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Sekretariat DPRA Tahun 2022 untuk empat orang Rp403.932.520 atau Rp100.983.130 per orang. Rinciannya, tiket pesawat Aceh-Jakarta-Aceh Rp6 juta, tiket pesawat Jakarta-Amerika Serikat (PP) Rp40 juta, uang harian tujuh hari Rp48.983.130, visa services Rp3 juta, dan travel insurance Rp3 juta/orang.
Wakil Ketua I DPRA, Dalimi, menyatakan ia akan melakukan perjalanan dinas tersebut. “Kita diundang, sekalian mengantar mahasiswa Aceh, 10 mahasiswa. Usaha mendapatkan beasiswa untuk mahasiswa itu sudah kita jajaki lima tahun lalu. Waktu itu saya juga ikut ke Rhode Island,” kata Dalimi menjawab portalsatu.com/ melalui telepon WhatsApp, Selasa, 10 Mei 2022, sore.
Oleh karena itu, menurut Dalimi, tidak ada salahnya DPRA bersama Gubernur Aceh memenuhi undangan dari Universitas Rhode Island (URI). “Seharusnya kita bangga, atas nama lembaga, atas nama daerah dan rakyat. Kita bangga mahasiswa Aceh diterima di Rhode Island,” ucap Wakil Ketua DPRA dari Partai Demokrat itu.
Dalimi mengklaim pihaknya ke Amerika Serikat bukan untuk melancong. “Dengan memenuhi undangan dari Rhode Island, mudah-mudahan ke depan mahasiswa Aceh bisa diterima lebih banyak lagi di universitas itu. Jadi, kita bukan pelesiran, bukan main-main,” ujarnya.
“Prosesnya banyak (untuk berangkat ke Amerika Serikat), izin dari Kemendagri, Setneg, Kemenlu. Bukan tiba-tiba berangkatnya, Kemendagri juga tanya, ada undangannya, dalam rangka apa,” tambah Dalimi.
Dalimi menolak menanggapi soal jumlah dana perjalanan dinas ke Amerika Serikat tersebut.
Wakil Ketua II DPRA, Hendra Budian, tidak mengangkat panggilan masuk di telepon selulernya saat dihubungi portalsatu.com/, Selasa sore. Politikus Partai Golkar itu juga tak merespons konfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Wakil Ketua III DPRA, Safaruddin, dikonfirmasi portalsatu.com/ via telepon WhatsApp pada Selasa sore, menegaskan ia tidak berangkat dan tak ikut mengurus perjalanan dinas ke Rhode Island, Amerika Serikat, 16-22 Mei 2022. Politikus Partai Gerindra ini menilai kegiatan tersebut tidak terlalu penting untuk dia hadiri.
“Saya ingin lebih fokus kepada kerja-kerja di daerah, baik rapat Badan Musyawarah untuk rapat paripurna pelantikan Ketua DPRA yang baru, dan tugas-tugas penting lainnya, termasuk agenda-agenda partai yang perlu saya ikuti. Partai meminta saya untuk fokus terhadap kerja-kerja di daerah, termasuk di daerah pemilihan,” ujar Safaruddin yang saat ini juga menjadi Plt. Ketua DPRA.
Safaruddin membenarkan dalam APBA murni tahun 2022 ada belanja perjalanan dinas DPRA ke luar negeri lebih Rp8,15 M. Sebanyak 81 Anggota DPRA, kata dia, berhak mendapatkan fasilitas perjalanan ke luar negeri masing-masing satu kali dalam setahun untuk penguatan lembaga sesuai dengan urgensi dan fungsi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
“Apakah fasilitas tersebut digunakan atau tidak, tentu keputusannya tergantung kepada pertimbangan masing-masing Anggota DPRA dari sisi urgensi berkaitan dengan penguatan lembaga dan fungsi AKD,” ucap Safaruddin.
Apakah dalam waktu dekat ada agenda perjalanan luar negeri untuk Anggota DPRA yang “tidak kebagian” tiket terbang ke Amerika Serikat? “Sejauh ini belum, tapi ke depan jika memang ada agenda tentu akan kita lihat juga dari sisi urgensinya,” ucap Safaruddin.[](nsy)







