ACEH BARAT – Komandan Kodim (Dandim) 0105/ Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, mengatakan, di usia yang ke-13 tahun sudah sepatutnya perdamaian di Aceh yang ditandai dengan lahirnya Nota Kesepahaman (MoU) antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah RI pada 15 Agustus 2005 silam, diperingati dengan rasa syukur.
Menurut Letkol Kav Nurul Diyanto, MoU Helsinki merupakan momen penting, bagi Aceh khususnya dan Indonesia umumnya. Hal tersebut, imbuhnya, terukir dalam sejarah perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang terbentuk atas dasar Bhineka Tunggal Ika.
“Momen 13 tahun pasca-MoU Helsinki menjadi hari yang diingat bagi kita semua. Untuk mengingatkan kita tentang perdamaian. Kejadian-kejadian sebelumnya yang sudah kita lewati, pada dasarnya merupakan suatu proses pembentukan NKRI yang kuat,” kata Nurul Diyanto kepada portalsatu.com/, Rabu, 15 Agustus 2018, pagi.
Nurul Diyanto menambahkan, sudah menjadi tanggung jawab semua orang, khususunya di Aceh, untuk menjaga agar perdamaian tersebut tetap terawat dengan baik. “Karena itu merupakan kewajiban kita semua menjaga agar perdamaian ini tetap utuh,” ujarnya.[]


