LHOKSUKON – Delapan anggota Din Minimi yang kini mendekam di Rutan cabang Lhoksukon, Aceh Utara, mendukung penuh Pemerintahan Aceh yang baru. Di balik jeruji besi, mereka memiliki beberapa harapan agar dapat direalisasikan pemerintah, khususnya kepada Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf.

“Kami berharap Pemerintahan Aceh yang baru dapat lebih baik lagi untuk ke depannya dan menyelesaikan persoalan jeratan kemiskinan di Aceh, kaum dhuafa, anak yatim dan korban konflik,” ujar Komeng, salah satu anggota Din Minimi, saat ditemui portalsatu.com, di Rutan cabang Lhoksukon, Selasa, 7 Maret 2017.

Ia dan teman-temannya juga berharap, pemerintah dapat memperhatikan para mantan kombatan GAM yang tertinggal. “Kami harap Irwandi Yusuf dapat memperhatikan mantan kombatan yang tertinggal. Itu penting agar tidak lagi timbul gejolak di kemudian hari, akibat diperlakukan tidak adil,” ucapnya yang dibenarkan Teungku Agam dan Muzakir, anggota Din Minimi lainnya.

“Kami sama sekali tidak pernah menerima bantuan dana untuk mantan kombatan. Ke mana uang bantuan itu dibawa, kami tidak tahu. Satu-satunya bantuan yang pernah saya terima adalah dana reintegrasi, Rp 1 juta sekitar tahun 2006-2007, selebihnya tidak ada. Bahkan teman-teman yang lain sama sekali tidak menerima bantuan apapun,” kata Komeng. []