SUBULUSSALAM – Arus listrik PLN di wilayah Kota Subulussalam sering mati hidup atau byar-pet sejak beberapa bulan terakhir. Warga menyebut sudah banyak barang elektronik milik masyarakat rusak sehingga tak bisa digunakan lagi.

Hal itu dikemukakan salah seorang warga, Safari, bersama anggota KNPI Kota Subulussalam, saat mendatangi Kantor PLN di Jalan Teuku Umar, Penanggalan, Kamis, 28 Maret 2019.

“Sudah ada sekitar 120 orang menyampaikan kepada saya bahwa kaum emak-emak mengeluh barang-barang elektronik mereka rusak berat akibat listrik sering padam, apa solusinya,” kata Safari di hadapan Manajer Rayon PLN Subulussalam, Adam Ramandita.

Bahkan, kata Safari, emak-emak berencana mendatangi Kantor PLN sambil membawa peralatan elektronik yang rusak seperti kulkas, dispenser, televisi, cosmos dan lainnya. “Cuma kami tahan dulu, biar kami saja dulu mendatangi Kantor PLN untuk menyampaikan keluhan ibu-ibu,” ungkap Safari.

Dia meminta solusi dari pihak PLN untuk korban byar-pet yang saat ini mengalami kerugian akibat barang-barang elektronik mereka rusak. “Kira-kira apa solusinya, misalnya, harga kosmos Rp300 ribu, apa dibayar Rp150 ribu untuk korban,” ungkap Safari.

Manajer Rayon PLN Subulussalam, Adam Ramandita, menyampaikan permohonan maaf kondisi yang terjadi saat ini menyebabkan banyak barang elektronik rusak akibat arus listrik kerap padam.

“Kami mohon maaf dengan kondisi yang terjadi, itu bukan kehendak kami pak, tiba-tiba ada gangguan, menyebabkan barang elektronik rusak. Untuk saat ini kami mohon maaf pak,” ungkap Adam Ramandita di hadapan puluhan pemuda.

Jika tidak bisa melakukan ganti rugi, pemuda meminta pihak PLN Kota Subulussalam untuk memperbaiki kinerja mereka, kurangi pemadaman arus listrik, apalagi saat menjelang waktu salat Magrib.[]