SUBULUSSALAM – Puluhan anggota KNPI Kota Subulussalam bersama sejumlah masyarakat dan kepala desa mendatangi Kantor UP3 PLN Kota Subulussalam di Jalan Teuku Umar, Desa Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kamis, 28 Maret 2019.
Kedatangan mereka untuk menanyakan penyebab seringnya arus listrik mati hidup (byar-pet) terjadi beberapa kali dalam sehari, bahkan padam saat menjelang waktu salat Magrib.
Mereka tiba di kantor tersebut sekitar pukul 11:15 WIB disambut Manajer Rayon PLN Subulussalam, Adam Ramandita, dan Mursidi yang menangani bagian jaringan.
Ketua KNPI Kota Subulussalam, Edy Sahputra, menyampaikan kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari pihak PLN soal penyebab arus listrik sering padam di lima kecamatan dalam wilayah Kota Subulussalam sejak beberapa bulan terakhir.
Di hadapan puluhan anggota KNPI, Manajer Rayon PLN Subulussalam, Adam Ramandita, mengakui bahwa layanan yang diberikan selama ini tidak begitu bagus, namun pihaknya tetap berupaya untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, arus listrik untuk wilayah Kota Subulussalam masih disuplai dari Sidikalang, Sumatera Utara, dan Rimo, Aceh Singkil. Adam mengakui sering terjadi pemadaman disebabkan beberapa hal, seperti pemeliharaan dan gangguan jaringan akibat pohon tumbang, mobil menabrak tiang. Termasuk binatang seperti tupai, monyet dan musang mengenai jaringan listrik juga menjadi penyebab arus listrik tiba-tiba menjadi padam.
Alasan pihak PLN tersebut langsung mendapat sanggahan dari Ardiyanto Ujung, warga yang ikut mendatangi Kantor PLN bersama anggota KNPI. Menurutnya, tidak relevan di zaman modern ini alasan pemadaman akibat gangguan binatang maupun tiang tumbang karena ditabrak mobil.
“Bagaimana mungkin dsaat mau Magrib itu ada binatang mengenai jaringan, mau Magrib ada mobil menabrak tiang, mau Magrib ada pohon tumbang. Akui saja kalau memang kekurangan daya, sehingga ada daerah tertentu yang dipadamkan,” ungkap Toto panggilan akrabnya.
Menanggapi tuntutan pemuda agar ada solusi terbaik mengatasi persoalan-persoalan arus listrik yang kerap mati beberapa kali dalam satu hari, Adam Ramandita mengatakan, dalam beberapa pekan ke depan direncanakan Gardu Induk (GI) Subulussalam segera beroperasi untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kota Subulussalam.[]



