Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsPendidikanDayah Mataqu Lhokseumawe...

Dayah Mataqu Lhokseumawe akan Buka Hubungan dengan Kampus di Indonesia Hingga Arab

LHOKSEUMAWE – Dayah Ma’had Ta’limul Qur’an (Mataqu) Ustman Bin Affan Lhokseumawe akan membuka hubungan dengan kampus-kampus di Indonesia hingga Arab Saudi. Sehingga ke depan lulusan Mataqu dapat melanjutkan pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Hal itu disampaikan Ustaz Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Lc., M.A., Ph.D., salah seorang Pimpinan Dayah Mataqu, menjawab wartawan soal fokus ke depan, usai seremoni tasyakuran tujuh tahun lembaga pendidikan Alquran ini, di Kompleks Mataqu, Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Ahad, 4 April 2021.

“Kami akan fokus ke depan berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan anak-anak kami setelah mereka mengecap pendidikan di Mataqu. Bagaimana membuat hubungan dengan kampus-kampus yang ada di luar, baik di Aceh, Sumatera maupun Pulau Jawa. Kita berharap suatu hari nanti kita punya hubungan langsung dengan beberapa sekolah tinggi yang ada di luar Indonesia, apakah di Malaysia maupun di beberapa negara Arab,” ujar Ustaz Syahrial.

Jadi, kata Ustaz Syahrial, ke depan pihaknya akan terus membenahi dan mengembangkan Mataqu terkait dengan aturan, sistem dan konsep pembangunan dayah ini. “Dan juga bagaimana mengembangkan kualitas pendidikan lulusan Mataqu. Ini yang menjadi harapan ke depan, ‘PR’ kita bersama, tentu juga butuh dukungan yang tidak sedikit. Karena kita tidak mau terus menerus larut dalam persoalan (pekerjaan) fisik,” tuturnya.

Menurut Ustaz Syahrial, sarana dan prasarana dimiliki Mataqu sekarang sudah memadai, sehingga sementara ini tidak ada rencana pembangunan besar-besaran. “Tinggal mungkin beberapa hal yang perlu kita benahi, seperti jalan, pagar, sanitasi, musalla dan beberapa balai. Jadi, tidak ada pembangunan besar-besaran lagi, hanya sekadar melengkapi beberapa yang sudah ada,” ujarnya.

(Ustaz Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Pimpinan Dayah Mataqu saat seremoni tasyakuran. Foto: portalsatu)

Mataqu yang menganut pendidikan tujuh tahun telah melakukan wisuda 20 lulusan angkatan pertama pada Sabtu kemarin. Semua lulusan Mataqu itu sudah hafal Alquran 30 juz. “Ada yang lancarnya 30 juz, ada yang lancar 25 juz, bervariasi. Tapi mereka semua sudah menghafal 30 juz, cuma lancarnya ini beda-beda,” jelas Ustaz Syahrial.

Ustaz Syahrial mengatakan pelajaran utama di Mataqu adalah menghafal Alquran. Namun, para santri juga diberikan pendidikan lainnya seperti seperti layaknya di sekolah-sekolah. Di antaranya, belajar sains, matematika, bahasa Inggris, dan penguatan bahasa Arab.

“Secara umum pendidikan di Mataqu ini pendidikan tujuh tahun. Ada Tsanawiyah, ada Aliyah. Pelajaran utamanya sepanjang mereka di Tsanawiyah adalah Alquran. Selesai mereka hafal Alquran di Tsanawiyah, ketika mau masuk Aliyah kita beri materi bahasa Arab dalam bentuk intensif. Selama ini kita difasilitasi Darullughah untuk mengajarkan mereka bahasa Arab lebih kurang tiga bulan. Kita sudah praktekkan, Alhamdulillah, selepas karantina tiga bulan itu mereka bisa bahasa Arab,” ujar Ustaz Syahrial.

Ustaz Syahrial menambahkan, ketika para santri Mataqu masuk tingkat Aliyah, mereka baru belajar pengetahuan seperti ilmu-ilmu syar’i, fikih, hadis dan lain-lain. “Tentu juga tanpa melupakan ilmu-ilmu umum yang selama ini menjadi materi yang diujiankan di UAN, tetap kita ajarkan kepada mereka. Sehingga harapannya nanti anak-anak ini kalau ada yang menyambung ke kampus-kampus pendidikan umum, mereka tetap bisa bersaing di sana dan bisa beradaptasi,” jelasnya.

Mataqu sudah terakreditasi dengan predikat A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Nonformal (BAN-PNF). “Sepengetahuan kami, ini satu-satunya pesantren yang kategori pendidikan nonformal di Aceh yang sudah terakreditasi dan Alhamdulillah kita mendapat predikat A. Ini juga sebagai bentuk pengakuan pemerintah pusat terhadap sistem pendidikan di Mataqu,” ucap Ustaz Syahrial. [](nsy)

Baca juga: Tasyakuran 7 Tahun Mataqu, Ini Kata Ustaz Syahrial

Baca juga: