JANTHO – Deklarasi kampanye damai dan pendidikan pemilu untuk masyarakat Kuta Baro, Aceh Besar, digelar di Aula UDKP Kantor Camat setempat, Sabtu, 27 Oktober 2018.
Deklarasi dengan tema “Indonesia menolak hoax, politisi sara dan politik uang”, dihadiri Camat Kuta Baro Bustamam SH, Danramil 08 Lettu Inf Sutan Radius, Kapolsek AKP Abdul Muin SH MM, Ketua PPK Kuta Baro Muhriza, dan para calon legislatif yang maju dalam pesta demokrasi tahun 2019.
Ketua PPK Kuta Baro, Muhrizal dalam sambutannya mengatakan, untuk Pemilu 2019 di Kecamatan Kuta Baro ada 85 TPS, sedangkan tahun lalu hanya 55 TPS. Jumlah pemilih 17.600 orang. “Para caleg bisa melindungi hak-hak pemilih. Kami memaklumi bahwa warga kita semua tidak begitu peduli, namun demikian inilah tugas caleg dan timses harus mengajak warga kita agar mau ikut andil dalam pemilu nanti,” katanya.
Dia mengharapkan di Aceh Besar tidak ada lagi pemilih ganda. “Kami akan melaksanakan dan memperbaiki data-data untuk bahan lapor, kami siap bekerja sampai pemilu selesai,” ujar Muhrizal.
Panwas Kuta Baro Tgk. Ibrahim mengatakan kegiatan deklarasi kampanye damai ini harus ditandatangani bersama-sama agar nanti tidak ada kekeliruan dalam pemilu mendatang. Ke depan pihaknya juga akan melakukan penertiban alat peraga caleg/kampanye pada tempat-tempat terlarang seperti di kantor-kantor, tempat ibadah dan lainnya.
Camat Kuta Baro Bustamam meminta seluruh ketua partai dan tokoh masyarakat agar dapat memegang amanah deklarasi damai ini. “Kita harus bina persatuan dan kesatuan, mudah-mudahan pemilu nanti tidak ada masalah,” ujarnya.
Menurut Bustamam, dalam deklarasi pemilu damai ini, semua perwakilan dari partai seharusnya datang. “Akan tetapi ini masih ada yang tidak mau datang, ataukah undangan tidak sampai, ini yang harus menjadi kajian bagi kita semua”.
“Saya selaku camat, ketertiban yang paling utama, jangan asal pasang atribut dan spanduk. Dan nanti yang kalah jangan sampai putus persaudaraan, tetapi kita harus bersatu kembali, antara partai satu dengan partai yang lain harus bersama,” kata Bustamam.[](rel)



