BANDA ACEH – Mahasiswa tergabung dalam Dewan Dakwah Aceh melakukan aksi protes terhadap pemadaman listrik di Aceh. Mereka menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Aceh, Rabu, 12 April 2017, mendesak Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan persoalan listrik yang dinilai telah berlarut-larut dan merugikan masyarakat.
“Kita mendesak Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan persoalan listrik yang sudah berlarut-larut. Kita sering aksi di PLN, tapi nggak ada hasil,” ucap koordinator aksi, Raja Chik Muda kepada awak media.
Aksi tersebut juga diwarnai dengan pembakaran lilin di depan kantor gubernur sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik PLN dalam jangka waktu lama. Lilin tersebut juga diserahkan kepada Karo Humas Setda Aceh Mulyadi Nurdin yang saat itu menemui pendemo.
“Jangan sampai PLN tidak lagi menjadi Perusahaan Listrik Negara, tapi menjadi perusahaan lilin negara,” kata Raja Muda menggunakan alat pengeras suara.
Bukan hanya di Aceh
Karo Humas Setda Aceh Mulyadi Nurdin yang menemui massa mengatakan bahwa persoalan listrik bukan hanya terjadi di Aceh, tapi seluruh Indonesia.
“Keinginan gubernur sama seperti kita juga. Aspirasi adik-adik akan memperkuat kami untuk duduk lagi dengan PLN ,” kata Mulyadi.[]

