BLANGKEJEREN – Desa Uluntanoh, Kecamatan Kotapanjang, Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu desa yang memprioritaskan ketahanan pangan di era modern ini. Bermacam bantuan dari daerah, Provinsi Aceh dan pusat dijadikan sebagai modal masyarakat menuju sejahtera.

Pengulu (Kepala Desa) Uluntanoh Suhardinsyah, Selasa, 28 Mei 2024, mengatakan saat ini bahan pokok masyarakat Uluntanoh sudah hampir terpenuhi meskipun ada sebagian yang tidak ada di desa harus dibeli dari luar, tetapi jumlahnya hanya sedikit.

“Jumlah Kepala Keluarga (KK) Desa Uluntanoh hari ini mencapai 185 KK dengan jumlah 697 jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, 80 persen berstatus petani, dan 20 persen lainya sebagai ASN, pedagang, dan pekerja lepas,” katanya.

Uluntanoh memiliki luas 300 hektare terdiri dari areal persawahan, perkebunan, perikanan, peternakan dan perumahan penduduk. Rata-rata penghasilan penduduknya Rp3 juta perbulan.

“Luas persawahan di Uluntanoh mencapai 69 hektare, ditambah dengan areal perkebunan cabai, bawang, sayur, peternakan, perikanan, serta perkebunan serai wangi dan pinus,” kata Ketua Apdesi Gayo Lues tersebut.

Untuk menuju sejahtera, pengulu dua periode ini juga memprioritaskan dana desa untuk menunjang ketahanan pangan. Karena ketika ketahanan pangan sudah terpenuhi, dengan perlahan masyarakat akan sejahtera.

“Dana desa sudah ada plotnya masing-masing, namun kami dengan perangkat desa berupaya sebaik mungkin agar anggaran ketahanan pangan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Kami yakin ketika kebutuhan pokok sudah aman, maka ekonomi warga sudah pasti membaik,” ujarnya.

Suhardinsyah berharap masyarakat Uluntanoh terus berinovasi agar hasil pertanian dan perkebunan meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga Uluntanoh menjadi salah satu desa dengan ketahanan pangan terbaik di Indonesia.[]

Teks foto:
Pengulu Desa Uluntanoh Suhardinsyah. Foto: Anuar Syahadat