LHOKSUKON – Anggota DPRK Aceh Utara dari Partai NasDem, Zubir HT., mendukung pernyataan Ketua Fraksi PPP, Zulfadhli A. Taleb, mendesak bupati mengalihkan anggaran proyek fisik untuk pencegahan wabah Coronavirus disease-2019 (Covid-19).
“Saya mendukung usulan Ketua Fraksi PPP DPRK Aceh Utara untuk mengalihkan serta menghentikan sementara lelang kegiatan fisik di Kabupaten Aceh Utara. Bahkan, kegiatan-kegiatan fisik dari sumber manapun harus dialihkan untuk kebutuhan melawan Covid-19 ini,” ujar Zubir HT., dalam keterangannya dikirim kepada portalsatu.com/, Sabtu, 28 Maret 2020, sore.
Menurut Zubir, untuk apa pembangunan kalau banyak masyarakat menjadi korban wabah Covid-19. “Siapa yang akan menggunakan infrastruktur nantinya,” kata Wakil Ketua DPRK Aceh Utara periode lalu ini.
Pemerintah Aceh Utara sebelumnya hanya mengalokasikan Rp2 miliar untuk pencegahan Covid-19. “Itupun diambil dari dana DAK nonfisik di Dinas Kesehatan. Padahal, pemerintah punya safety dana tanggap darurat,” ungkap Zubir.
Zubir melanjutkan, “Persoalan dasar masyarakat wajib diperhatikan penuh saat-saat kritis seperti ini. Masyarakat baru bisa kita arahkan untuk tetap di rumah bila kebutuhan dibantu pemenuhannya oleh pemerintah”.
Dia juga berharap semua elemen untuk serius menghadapi persoalan wabah corona ini. “Hentikan nyinyiran dan sikap pesimistis masyarakat dalam menghadapi bencana ini. Kalau mau memberikan masukan silakan saja yang sifatnya konstruktif demi kebaikan kita besama,” tutur Zubir.
Zubir menilai banyaknya komentar dan gelombang protes masyarakat atas ajakan stay at home (tetap di rumah) hanya semakin menegaskan bahwa “kita semua gagal terutama pemerintah yang selama ini belum mampu membangun perekonomian di tingkat gampong. Bahkan parahnya kita semua juga gagal dalam pengelolaan dana gampong”.
“Kita belum menyadari dampak penyebaran virus ini karena keluarga kita belum menjadi korban. Semoga Allah memberikan pertolongan untuk kita semua dalam menghadapi bencana besar ini,” pungkas Zubir HT.
Sebelumnya, Ketua Fraksi PPP DPRK Aceh Utara, Zulfadhli A. Taleb, mendesak bupati segera mengalihkan semua anggaran proyek fisik tahun 2020 untuk kebutuhan pencegahan wabah Covid-19.
“Kita (daerah) paling besar di Aceh, semuanya paling besar, termasuk APBK paling besar. Maka kita harus siap dan serius terhadap pencegahan wabah virus corona ini. APBK harus segera didahului jika tidak siap bahas APBK-P (2020). Ini kan bencana, tentu boleh mendahului,” ujar Zulfadhli kepada portalsatu.com/ lewat telepon seluler, Sabtu, 28 Maret 2020.
Menurut Zulfadhli, Pemerintah Aceh Utara harus segera menyiapkan minimal Rp100 miliar kebutuhan pencegahan Covid-19 dengan cara mengalihkan anggaran proyek fisik untuk fokus kepada penanganan kesehatan dan bantuan sosial.
“Bupati harus siapkan minimal Rp100 miliar untuk pencegahan ini. Alihkan anggaran semua proyek fisik: jalan, irigasi, hentikan semuanya tanpa pandang bulu, baik itu aspirasi maupun bukan aspirasi. Termasuk aspirasi dewanlah, tidak ada pilihan. Hari ini kita harus selamatkan dulu masyarakat Aceh Utara. Kita harus menjadi kabupaten yang tersiap melakukan lockdown lokal. Caranya bagaimana? Menyiapkan uang, dan semuanya,” tegas Zulfadhli.
Zulfadhli menilai semua proyek infrastruktur yang sudah dialokasikan dalam APBK Aceh Utara 2020 masih dapat ditunda sampai tahun depan. “Karena proyek fisik itu belum tentu bisa dikerjakan sampai akhir tahun jika kondisi seperti sekarang ini terus berlanjut, siapa yang akan bekerja di lapangan? Akhirnya kan proyek itu tidak bisa juga dikerjakan. Jadi, lebih baik anggarannya itu segera dialihkan. Mendahului terus anggarannya. Ketika disampaikan ke kita (DPRK) akan kita sahkan,” ungkapnya.
Dia menyebut Pemerintah Aceh Utara harus segera merealisasikan alat pelindung diri tenaga kesehatan di rumah sakit umum daerah dan semua Puskesmas, termasuk untuk bidan desa. “Siapkan semua APD. Karena kita tidak bisa berharap bantuan pemerintah pusat dan provinsi. Hari ini kita harus mandiri. Tidak bisa kita tunggu bantuan (dari pusat dan provinsi), karena virus itu tidak menunggu,” tegas Zulfadhli.
Selain sektor kesehatan, kata Zulfadhli, pemerintah juga harus mengambil langkah konkret terkait bantuan sosial untuk masyarakat. “Kita suruh masyarakat jangan keluar rumah. Setelah kita suruh bertahan di rumah, apa yang kita berikan? Kita harus siapkan bantuan sosial, dan itu harus kita antar langsung ke rumah warga, itu tugas kita”.
“Dan orang yang dikarantina, yang baru pulang dari luar daerah, berikan mereka jadup, agar ketika kita karantina mereka mau,” ujar Zulfadhli.(Baca: Bupati Aceh Utara Harus Siapkan Minimal Rp100 M Cegah Corona, Hentikan Proyek Fisik!)[]






