BANDA ACEH – Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) berharap pemerintah benar-benar hadir untuk mengutamakan kepentingan rakyat Aceh dalam pencegahan wabah Coronavirus disease-2019 (Covid-19). Oleh karena itu, FOPKRA mendesak Pemerintah dan DPR Aceh menekan egoismenya demi kepentingan rakyat.
“Kami Keluarga Besar Forum Perjuangan Keadilan Rakyat Aceh mengingatkan Pemerintah dan DPR Aceh sudah saatnya masing-masing pihak menekan egoismenya demi bangsa dan negara. Pemerintah dan DPR Aceh untuk mengakhiri conflict of interest agar dapat melaksanakan pemerintahan bersama-bersama dengan fungsi yang sesungguhnya,” tegas Ketua Umum FOPKRA, Fazloen Hasan, dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2020.
Menurut Fazloen Hasan, saat ini dibutuhkan langkah nyata pemerintah untuk menghadapi wabah Covid-19 yang sudah memasuki wilayah Aceh dan sangat meresahkan masyarakat, baik menyangkut kesehatan maupun dampak ekonomi khususnya bagi rakyat bawah.
“Kita tahu bersama angka kemiskinan di Aceh sangat tinggi. Oleh karena itu, kita ingat persis peristiwa dahsyat yaitu Tsunami yang kemudian pihak pemerintah pusat dan GAM sama-sama merenungi peristiwa tersebut sehingga pada saat itu para pihak segera mengakhiri konflik yang sudah sangat panjang demi kemaslahatan rakyat. Damai Aceh sudah 15 tahun berlalu, kenapa kita belum mampu menjalani perdamaian ini, apalagi menikmatinya untuk rakyat, hanya untuk segelintir manusia saja,” ungkap Fazloen Hasan.
Fazloen Hasan melanjutkan, Pemerintah Aceh harus memerhatikan keluarga terdampak corona yang sudah diisolasi, karena secara otomatis keluarga tersebut tidak berpenghasilan. “Pemerintah harus memberikan bantuan langsung untuk kebutuhan rumah tangga mereka,” ucapnya.
FOPKRA sangat mengharapkan pemerintah benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat Aceh. “Aceh punya anggaran khusus yaitu dana Otsus. Dana tersebut diperuntukkan khusus bagi rakyat Aceh, yang selama ini penggunaanya tidak cukup efektif. Ini saatnya pemerintah benar-benar hadir untuk kepentingan rakyat. Pemerintah harus berada di garda terdepan dalam menghadapi Covid-19 ini,” kata Fazloen Hasan.
“Begitu juga kami mendengar banyak TKI asal Aceh sedang kembali ke Aceh dari beberapa pintu masuk ke Aceh. Pemerintah harus sigap dalam menerima mereka untuk dapat dikarantina. Jangan sampai, mereka tiba ke kampung halamannya di luar pantauan dan pengawasan pemerintah,” pungkas dia.[](rilis)



