TAKENGON – Komisi D DPRK Aceh Tengah, bahas pelaksanaan proses belajar mengajar bersama kepala sekoah tingkat SMP/MTsN Se-Aceh Tengah, di ruang sidang DPRK setempat, Rabu 14 Desember 2016.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRK Aceh Tengah, Salman, ST dan di dampingi tiga anggota itu di hadir seluruh kepala sekolah SMP/MTsN Se-Aceh Tengah, Asisten I, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah dan jajaran perwakilan Kantor Kemenag Aceh Tengah.
Dalam rapat itu, dewan meminta beberapa perwakilan kepala sekolah untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan proses belajar mengajar siswa.
Beberapa keluhan seperti keterbatasan tenaga pengajar menjadi perihal pokok yang disampaikan oleh kepala sekolah di pedalaman Aceh Tengah.
Selain itu juga keterbatasan insfrastruktur seperti rumah dinas bagi guru yang bertugas di daerah pedalaman.
Sekolah SMP N 30 Takengon misal. Ketersediaan guru, supali air bersih, insfrastruktur pagar dan rumah dinas juga menjadi laporan keluhan kepada dewan.
Ketersediaan rumah dinas di SMP N 30 Takengon dinilai penting lantaran letak sekolah memiliki jarak tempuh 95 km dari Kota Takengon atau tepat di lintas Takengon-Blang Kejeren (Gayo Lues-Red).
“Tenaga pengajar kita dari Takengon semua, jadi saat ini hanya ada dua rumah dinas yang bisa di tempati, sementara tiga lainnya sudah tidak layak huni dan kosong, beberapa guru terpaksa kontrak rumah penduduk,” ujar Kepala SMP N 30 Takengon, Sulaiman, S, PDi, MA dalam laporannya.
Disebutkan, jumlah tenaga pengajar di SMP N 30 Takengon saat ini terdiri dari lima guru PNS, satu guru kontrak daerah, enam guru tenaga bakti dan satu orang Klining Service berstatus honor. Di SMP N 30 Takengon juga di laporkan tidak adanya tenaga Tata Usaha (TU).
“Jika di banding dengan jumlah 36 orang murid, otomatis ini sangat jauh perbandingannya dan tugas yang di emban cukup besar oleh guru disana,” kata Sulaiman.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRK Aceh Tengah, Salman, ST meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan agr menampung aspirasi dan menjadikan laporan keluhan sekolah di pedalaman Aceh Tengah sebagai prioritas utama demi menunjang proses belajar mengajar berjalan maksimal.
Perihal itu dinilai penting guna mewujudkan generasi cerdas dan menunjang mutu pendidikan di kawasan pedalaman menajadi lebih baik.
“Nantik kami akan terjun lagi ke beberapa sekolah yang belum kami kunjungi,” kata Salman, ST.[]



