SIGLI – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Senin, 16 Desember 2019, menerima dua Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (RAPBK) tahun 2020. Satu versi eksekutif dan satu lagi versi masyarakat.

RAPBK Pidie versi eksekutif diserahkan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) diterima Sekretaris DPRK (Sekwan) Pidie, Sayuti Mukhtar. Penyerahan dokumen RAPBK sebanyak satu mobil boks itu, berlangsung sekira pukul 09:30 WIB.

Setengah jam kemudian, elemen sipil menamakan diri Gerakan Masyarakat Pidie Gelisah (GMPG) menyerahkan “RAPBK” versi mereka yang diterima Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A. Hamid, didampingi sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar).

Pantauan portalsatu.com/, perwakilan GMPG yang mendatangi Gedung DPRK Pidie ialah Muharramsyah, Ismail Von Sabi, Zulkifli BI., dan Said Safwatullah. 

Juru Bicara GMPG, Muharramsyah, mengatakan  pihaknya sudah menyusun “RAPBK” dalam waktu sepekan sebagai langkah kritik kepada pemerintah yang dinilai lamban dalam bekerja menyusun RAPBK 2020. Padahal, kini tinggal menghitung hari berakhirnya tahun 2019. “Setelah kami susun satu pekan, hari ini kami serahkan untuk dibahas di dewan,” kata Muharramsyah.

Muharram menilai Pemerintah Pidie sangat lamban bekerja dalam penyusunan RAPBK yang seharusnya awal Oktober lalu sudah diserahkan ke dewan untuk dibahas. Kalau seperti ini, menurutnya, akan memunculkan kecurigaan masyarakat akan terjadinya permainan dalam penyusunan anggaran daerah atau uang rakyat.

“Dewan semestinya juga harus mengingatkan eksekutif untuk segera menyerahkan Rancangan APBK dengan cara menyurati bupati.  Kalau pengesahan terlambat yang dirugikan masyarakat Pidie,” kata Muharram.

(Wakil Ketua DPRK Pidie, Fadli A. Hamid. Foto: Zamah Sariportalsatu.com/)

Wakil Ketua DPRK Pidie,  Fadli A. Hamid,  membenarkan pihaknya sudah menerima dokumen RAPBK 2020 dari eksekutif tadi pagi.  Dia  juga mengakui ada elemen sipil yang datang menyerahkan RAPBK versi rakyat. Namun, menurutnya, itu lebih kepada masukan kepada pemerintah untuk serius dalam bekerja.

“Dokumen RAPBK sudah diserahkan tadi pagi. Selanjutnya kita akan tindak lanjuti sesuai tahapan hingga pembahasan, meski sudah sangat kepepet waktunya,” ujar Fadli.[]