LHOKSUKON – Harga ikan tuna lokal atau dalam Bahasa Aceh lebih dikenal dengan ‘ungkoet suree’ di pasar Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Sementara ikan tuna kiriman dari Belawan, Sumatera Utara dijual dengan harga Rp 30 ribu/kilogram.

“Dalam beberapa hari ini ikan basah lokal memang langka. Nelayan banyak yang tidak melaut karena tingginya gelombang di perairan. Jika pun ada masuk ikan lokal, jumlahnya terbatas makanya harga tergolong mahal,” kata Muslem, 35 tahun, pedagang ikan di pasar Lhoksukon asal Landing, kepada portalsatu.com, Minggu, 15 Januari 2017.

Menurutnya, jika ingin harga yang sedikit lebih murah, maka pilih saja ikan kiriman Belawan. Tapi secara kualitas jelas berbeda, tidak segar lagi karena sudah dibekukan.

“Ikan lokal yang terjamin kesegarannya memang sedikit mahal saat ini, tuna Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan tuna asal Belawan Rp 30 ribu per kilogram. Meski mahal, ikan lokal lebih diminati,” ucapnya.

Sementara itu, Sudirman, 55 tahun, warga Kecamatan Lhoksukon yang ditemui saat sedang membeli ikan tuna di pasar, menyebutkan, harga ikan saat ini lebih mahal dari harga ayam buras. Bahkan hampir menyamai harga ayam kampung.

“Ikan tuna harganya segitu, ayam buras saja cuma Rp 25 ribu per kilogram. Untuk ayam kampung, karena sedang bulan maulid memang lebih mahal, Rp 50 ribu per kilogram. Jika hari biasa, ayam kampung hanya Rp 40 ribu per kilogram. Sama dengan harga ikan tuna saat ini kan? Tapi mau bagaimana lagi, bosan juga jika makan ayam buras terus. Walaupun mahal, saya tetap memilih tuna lokal, tidak ada pengawet,” kata pria paruh baya itu.[]