SUBULUSSALAM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam, H Sairun S Ag mengungkapkan salah satu program prioritas sejak ia didapuk memimpin lembaga pendidikan di Bumi Sada Kata,  mewujudkan pemerataan guru hingga ke wilayah pedalaman.

Hal itu disampaikan Sairun di hadapan Wakil Wali Kota Subulussalam, Drs Salmaza, MAP pada acara penyerahan SK pengembalian 89 jabatan kepala sekolah  (kepsek)  tingkat SD dan 21 kepsek tingkat SMP di gedung LPSE Kota Subulussalam, Jumat,  28 Juni 2019 petang.

Sairun menargetkan pada tahun 2020 mendatang pemerataan guru di sekolah SMP dan SD di seluruh sekolah yang ada di lima kecamatan terealisasi dengan sempurna. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah awal,  salah satunya pendataan pangkat para guru. 

Wacana pemerataan guru mendapat respons positif dari Wakil Wali Kota Subulussalam Salmaza. Problem yang selama ini terjadi, kata Salmaza banyak guru yang sudah ditempatkan di wilayah  pedalaman minta supaya dikembalikan ke lokasi asalnya dengan berbagai alasan. 

Hal itu tentu menjadi tantangan bagi Kepala Disdikbud Kota Subulussalam H Sairun S Ag. Salmaza berpesan dalam mewujudkan pemerataan guru kadis berpedoman sesuai aturan yang berlaku  jangan terlalu banyak pertimbangan.

“Jangan terlalu banyak pertimbangan, jalankan sesuai aturan, kalau itu diladeni, semua pada minta pindah,  tidak ada lagi yang mau mengajar di wilayah pedalaman,” ungkap Salmaza. 

Usai penyerahan SK tersebut, kepada portalsatu.com/ Kadisdikbud H Sairun kembali menegaskan komitmennya mewujudkan pemerataan guru dan beberapa skala prioritas lainnya untuk meningkatkan mutu dan kualitas  pendidikan.

Jika dalam dua tahun masa kepemimpinannya pendidikan Subulussalam tidak berubah kearah yang lebih baik,  Sairun mengaku siap mundur dari jabatan sebagai Kadisdikbud Kota Subulussalam. Pilihan itu diambil sebagai konsekuensi dirinya bila tidak mampu membenahi pendidikan di Kota Subulussalam.

“Apabila dua tahun ke depan pendidikan tidak berubah, diminta tidak diminta saya akan mundur sebagai kadis,” tegas Sairun dalam sesi wawancara kepada portalsatu.com.[]