SUBULUSSALAM – Jika sebelumnya di Mako Polsek Kecamatan Simpang Kiri, Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono, S.I.K., disambut 'Tari Dampeng', berbeda halnya dalam kunjungan kerja kedua di Mako Polsek Penanggalan, Rabu, 4 Maret 2020.
Kapolres Qori Wicaksono bersama Ketua Bhayangkari Ny. Nopi Wicaksono dan rombongan disambut dengan tari kreasi etnis Pakpak dari kalangan pelajar perempuan, menggunakan pakaian adat Pakpak.
Kapolres tiba di Mako Polsek Penanggalan sekira pukul 11.50 WIB disambut Kapolsek, Iptu Syahril beserta jajaranya, unsur muspika dan para kepala kampong serta tokoh masyarakat, tokoh lintas agama.
Usai disambut dengan tari kreasi etnis Pakpak, Kapolres Qori menyerahkan paket bantuan sembako dan uang tunai kepada 15 orang anak yatim.
Kapolsek Penanggalan, Iptu Syahril melaporkan, luas wilayah ini mencapai 93 ribu Ha atau 93 km2 berbatas di sebelah utara dengan Kab. Pakpak Bharat, selatan Aceh Singkil, timur Aceh Tengggara dan barat Kota Subulussalam.
Ia mengatakan, Polsek Penanggalan hanya memiliki 10 peraonel dan itu sangat kurang mengingat luas wilayah memiliki 13 desa dan satu mukim itu. Syahril berharap adanya penambahan personel ke depannya.
Soal kerawanan bencana, khusus Karhutla, termasuk rawan longsor terutama di jalan nasional pada saat curah hujan meski indikasi musibah banjir hanya luapan air tetap diwaspadai.
Camat Penanggalan, Baginda Maju Bancin dalam sambutanya mengatakan wilayahnya dihuni berbagai etnis, dominan Pakpak dengan jumlah mencapai 19.509 jiwa, 9.612 jiwa merupakan perempuan.
Kapolres Qori Wicaksono menyampaikan apresiasi terkait penyambutanya saat melakukan kunker ke mako polsek. AKBP Qori sangat menghargai berbagai etnis dan agama yang hidup dan berkembang dengan sangat toleran di Bumi Sada Kata ini.
Ia juga mengimbau para kepala kampong menggunakan ADD sebaik mungkin untuk membangun desa, jangan membuat program dan kegiatan fiktif.
“Jangan ada pengadaaan fiktif, pembangunan fiktif,” kata Qori.[]




