SIGLI – Di Kabupaten Pidie, ada kios pengecer yang menjual pupuk bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Penulusuran portalsatu.com/ di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Pidie, para petani mengaku selama ini mereka membeli pupuk bersubsidi di kios pengecer untuk jenis urea dengan harga Rp2.800 per kilogram atau Rp140.000 per sak isi 50 kg.
Sedangkan pupuk NPK phonska, mereka mengaku harus membeli Rp3.000 per kg atau Rp150.000 per sak isi 50 kg.
“Selama ini kami membeli pada kios pengecer satu sak pupuk urea Rp140.000 dan phonska Rp150.000. Syaratnya kami tercatat dalam daftar dan harus membawa KTP,” kata Yus, salah seorang petani di Kabupaten Pidie, Jumat, 2 Mei 2025.
Dia mengaku tidak tahu harga yang ditetapkan pemerintah untuk pupuk bersubsidi, sehingga tidak protes ketika pihak kios pengecer menjual di atas HET.
Hal senada juga diungkapkan M. Sofyan. Dia bersama petani lainnya mengaku membeli pupuk Rp140.000 hingga Rp150.000 per sak. Pihak kios pengecer tidak memberikan pupuk jika petani tidak membawa KTP dan tercatat dalam daftar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Anehnya, meskipun ada kios pengecer menjual pupuk bersubsidi di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah, namun pemerintah melalui pihak terkait belum mengambil tindakan tegas. Padahal, pemerintah sudah membentuk tim pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.
Salah seorang pemilik usaha kios pengecer pupuk bersubsidi yang enggan disebut namanya, kepada portalsatu.com/, Jumat (2/5), mengaku mereka terpaksa menjual harga tinggi karena saat menebus pada distributor harganya lebih dari HET. Jika menjual berpedoman pada HET, dia mengaku rugi.
“Kami menebus pada distributor seharga Rp118.000 untuk urea ditambah upah bongkar Rp2.000 per sak. Begitu juga untuk phonska, kami harus membayar Rp120.000 per saknya ditambah upah bongkar Rp2.000 per saknya,” kata sumber tersebut.
Untuk diketahui, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman pada 19 November 2024 telah mengeluarkan Keputusan No.644/KPTS/SR.310/M/11/2024 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Dalam surat keputusan (SK) yang berlaku sejak Januari 2025 itu, Mentan menetapkan HET pupuk bersubsidi tahun anggaran 2025 adalah: pupuk urea Rp2.250 per kg, pupuk NPK Rp2.300 per kg, pupuk NPK untuk kakao Rp3.300 per kg, dan pupuk organik Rp800 per kg.[]






Pak jangan di aceh di jawa barat Ciamis harga pupuk subsidi phonska di distributor harganya 140 rb per sak 50 kg urea 130 rb per sak 50 kg itu buat petani dan kelompok tani beli ke distributor bgm kios mau jual murah kl mmg kios disalahkan sidak dulu distributornya bapak jgn pakaian dinas tapi pinjam ktp petani biar tau harga real distributor brp
Harusnya pemerintah itu mengetahui dilapangan harga pupuk knp tidak di jual dgn harga het ,,
Karna modal dan ke untunggan TDK sesuai pemerintah itu hanya membuat aturan saja tp tdk mengetahui dilapangan seperti apa ,,,
Kepada pemerintah,kesejahtraan pengecer/kios juga harus di perhatikan,merekalh yg selama ini jd perpanjangan tangan pemerintah sampai ke petani
Harga npk phonska rp150rb urea150rb di kec pino raya kab bengkulu selatan tolong ditertibkan petani sangat keberatan kalau kios penyalurnya tidak sanggup mohon diganti masih banyak orang lain yg sanggup. Dgn harga het
Yakin dengan sanggup dengan harga HET, seharusnya anda mendaftar sebagai kios
Yakin sanggup dengan harga het..
Sewa gudang ngaji perkerja uang operasional gimana..
Gudang harus di sewa..
D Jeunieb Kabupaten Bireuen Aceh Harga Pupuk Phonska 190.000 dan Urea 170.000 silahkan cek Ke lokasi
Entah siapa makan duit petani miskin
Itu sama kek Pidie jaya.pidie jaya hampir semua kios jual nya harga 170 persak subsidi..
Di Aceh betul betul distributor pupuk mafia pupuk,,,,,dinas pertanian pun mafia juga,,,,diam seribu bahasa,,,,
Udah pernah liat pak?
Coba se x x di cek apa penyebabnya tidak hek
Jangan asal tuduh distributor dan Dinas mafia
Tempat kami
Jual
Npk 130
Urea 125
Tempat kami
Jual
Npk 130
Urea 125
Ngak cuma pupuk gas juga….dan seluruh kios sudah menjadi rahasia umum…
Penyaluran pupuk subsidi seharusnya penyalurannya di serahkan kepada kelompok tani… bukan kepada distributor…
Kan udah sekarang kenapa kelompok tani bapak tidak mendaftar
Kalau di jual
NPK 130
Urea 125
Gimana pendapat semua
Dikembang tanjong ada juga yang jual harga tinggi pupuk bersubsidi,saya udah beli urea 160rb/sak,phoska 175/persak tapi saya tidak menggunakan photo kopy ktp(lokasinya gp asan)
Kita bawa foto kopi KTP pun katanya GK da pupuk…kalau tuk kerabatnya dikasih satu mobil l 300
Kita bawa foto kopi KTP pun katanya GK da pupuk…kalau tuk kerabatnya dikasih satu mobil l 300
NPK 130
Urea 125
Gmna gas bisa di terima gak perani
Apa nama kios nya pak..
Yg jual pupuk harga tinggi iya .
Bisa di kompromi langsung ke saya..
Knpa pupuknya g di salurkan ke desa langsung pak,,desa yg tebus lngsung ke distributor nya,,?
Krn klo kios BKN g sanggup,tpi pungli nya it,sya stiap bulan ad awak
Media yg mnta2,it langganan saya stiap bulan,,blum lgi orang dinas,klo g ad pelicin verval pun terhambat.budaya korup di indonesia sudah turun temurun..
Knpa pupuknya g di salurkan ke desa langsung pak,,desa yg tebus lngsung ke distributor nya,,?
Krn klo kios BKN g sanggup,tpi pungli nya it,sya stiap bulan ad awak
Media yg mnta2,it langganan saya stiap bulan,,blum lgi orang dinas,klo g ad pelicin verval pun terhambat.budaya korup di indonesia sudah turun temurun..
Budaya pungli oknum yg tak bisa dihilangkan
Hangus kan para korupsi
Di bireuen hrga phonska.170.000 per sak .
Urea 150.000
di delima pidie jg terjadi hal yg sama
Di Jangkabuya sampai kemari tgl
Di jangkabuya Pidie Jaya sampai tgl 3 mei 2025 masih 180 harga pupuk phosnka…jauh dari HET
Ditempat saya ada harga pupuk subsidi sampe 180.000 per sak. Alasannya karena bayar waktu panen. Aneh nya kalau kita beli cash, juga segitu harganya. Beralasan tidak boleh menjual dua harga.
Tolong di sidak kekampung2 pak menteri khususnya di area persawahan. Dan wawancara langsung dengan petani tertang harga pupuk subsidi yg dibeli oleh masyarakat. Itu harapan kami petani di Aceh.