SIGLI – Harga gula pasir sepekan terakhir melonjak tajam. Di tingkat grosir dijual Rp700 ribu per sak isi 50 kilogram. Sementara tingkat pengecer dijual Rp16 ribu per kilogram.
Muhammad Isa, pedagang grosir di Pasar Caleue, Kecamatan Indrajaya, Pidie, Rabu, 19 Februari 2020, mengatakan, ia baru saja menebus gula 10 sak dengan harga per sak Rp700 ribu. Sehingga harus menjual ke pengecer dengan harga Rp705.000 atau hanya mengambil untung Rp5.000 per sak.
"Hari inj harga gula kembali naik 25 000 per sak. Padahal dua hari lalu harga gula sudah naik dengan harga per sak Rp675.000, hari ini sudah Rp700.000," kata Muhammad Isa kepada portalsatu.com/.
Tidak stabilnya harga gula sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Padahal sebelumnya harga gula berkisar antara Rp 575.000 hingga Rp 650.000.
Hal sama juga dikatakan Maskur, pedagang eceran di Kota Sigli, Pidie. Dia terpaksa mengecer Rp 15.000 per kilogramnya. Karena modalnya sudah lebih dari Rp 14 000 per kilogramnya.
“Meski kadang kala ada pembeli yang mengkritik berubah – ubah harga gula kami jual. Kami tetap harus menaikkan harga karena modal sudah naik,” ujar Maskur.
Sementara ada sejumlah kios menjual Rp 16.000 per kilogram, lantaran mereka membeli setengah sak atau 10 kilogram dari grosir karena keterbatasan modal.
Pedagang sangat berharap Disperindagkop Pidie melakukan pengecekan harga pasar, terutama bahan kebutuhan pokok masyarakat agar tidak ada permainan harga.
“Kami harap pemerintah turun tangan untuk melakukan pemantauan tentang harga kebutuhan pokok warga yang selama ini terus melonjak sehingga warga sulit menjangkau,” harap pedagang.[]



