Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaNewsDianggap Memanipulasi Pemilihan,...

Dianggap Memanipulasi Pemilihan, Kader Muhammadiyah Aceh Protes Pelantikan Pengurus PW

BANDA ACEH – Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar menggelar aksi protes di saat berlangsungnya pelantikan pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh di Aula Rumah PMI Banda Aceh, Jumat, 9 Oktober 2015 kemarin. Dalam aksinya mereka turut membawa spanduk bertuliskan: selamat dan terima kasih telah mengajarkan kami memanipulasi kader.

Para kader Muhammadiyah ini juga membagikan surat penolakan hasil Musywil ke XVI Pemuda Muhammadiyah Aceh dari 6 PDPM se-Aceh.

“Aksi ini kami lakukan, salah satu bentuk keprihatinan kami terhadap proses regenerasi Muhammadiyah,” ujar Ketua Umum IMM Cabang Banda Aceh, Bahrizal, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Sabtu, 10 Oktober 2015 dinihari.

Dia mengatakan selama ini mereka diberikan petuah oleh seniornya di Pemuda Muhammadiyah untuk tidak memanipulasi kader pada saat musyawarah tertinggi. Petuah tersebut, kata dia, sangat sering didengar dalam setiap pertemuan.

“Tapi kami sangat menyanyangkan bahwa hal-hal buruk yang dilarang kepada kami, namun dipraktekan oleh kanda-kanda kami tersebut,” katanya.

Menurut Bahrizal, aksi ini juga untuk memberikan teguran kepada Muhammadiyah bahwa memanipulasi kader di arena musyawarah tertinggi ortom salah satu bentuk menghancurkan kader.

Hal senada disampaikan oleh Pj Ketua Umum IMM Cabang Aceh Besar, M. Awaluddin. Dia mengkhawatirkan kecurangan yang dilakukan dalam proses musyawarah wilayah Pemuda Muhammadiyah akan berlaku juga saat musyawarah tertinggi ortom-ortom lainnya.

“Terutama ikatan mahasiswa Muhammadiyah karena Pemuda Muhammadiyah menjadi panutan untuk kami ortom di bawahnya,” kata M. Awaluddin.[](bna)

Baca juga: