BerandaBerita AcehDiaspora Global Aceh dan UNHCR-IOM Bahas Pengungsi Rohingya, Ini Hasilnya

Diaspora Global Aceh dan UNHCR-IOM Bahas Pengungsi Rohingya, Ini Hasilnya

Populer

JAKARTA – Diaspora Global Aceh (DGA) mengadakan pertemuan dengan UN Resident Coordinator, pimpinan UNHCR dan IOM Indonesia, di Jakarta, Jumat, 29 Desember 2023, membahas penanganan terhadap pengungsi Rohingya di Aceh.

Pertemuan itu dipimpin Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DGA Dr. Mustafa Abubakar, dihadiri Sekretaris Jenderal DGA Dr. Surya Darma dan pengurus DGA, UN Resident Coordinator in Indonesia (Kepala Perwakilan PBB di Indonesia)
Valerie Julliand, Senior Protection Officer UNHCR Emily Bojovic, Programme Director for Disaster, Climate, and Resilience IOM Stefano Bresaola, National Protection Officer UNHCR Dwita Aryani, dan National Information Officer UN Information Center (UNIC) Siska Widyawati.

Ketua Umum DGA Mustafa Abubakar dalam siaran persnya menyampaikan butir-butir hasil pertemuan tersebut. Yakni, Pemerintah Indonesia dan PBB (UNHCR dan IOM) adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap penanganan pengungsi Rohingya yang berada di Aceh, sesuai Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia bertanggung jawab memastikan penyelamatan dan penurunan penumpang kapal-kapal yang mengalami kesulitan, serta mengidentifikasi lokasi-lokasi penampungan sementara untuk pengungsi. PBB (UNHCR dan IOM) memastikan kebutuhan dasar pengungsi ini terpenuhi. UNHCR dan IOM menggunakan sumber daya dan pendanaan mereka sendiri dalam respons ini.

Terdamparnya pengungsi Rohingya di Aceh adalah kondisi darurat sebagai tempat transit dan karenanya perlu diselesaikan secepatnya antara UNHCR dan IOM dan Pemerintah Indonesia sesuai mekanisme dalam Perpres 125.

Tindakan beberapa komponen masyarakat akhir-akhir ini terhadap para pengungsi Rohingya telah mengganggu dan merusak citra serta kredibilitas masyarakat Aceh sesuai nilai-nilai budaya dan agama yang senantiasa memuliakan tamu sebagaimana selama ini telah mendapatkan nilai positif dari masyarakat internasional.

Seluruh komponen masyarakat Aceh, khususnya DGA, siap membantu berbagai pihak terutama UNHCR dan IOM dan Pemerintah Indonesia untuk merumuskan solusi penyelesaian masalah Rohingya secara tepat, benar dan maslahat sesuai nilai budaya dan agama masyarakat Aceh.

DGA menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNHCR dan IOM yang selama ini telah memberikan perhatian dan penanganan terhadap permasalahan para pengungsi di Aceh.

Pertemuan tersebut tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Tahunan dan Kongres Luar Biasa DGA pada 16 Desember 2023.

DAG dibentuk oleh Taman Iskandar Muda bersama para Diaspora Aceh di seluruh dunia pada 22 Agustus 2021 setelah Formatur Diaspora Aceh Sejagad menandatangani Keputusan Formatur untuk Pembentukan Organisasi dan Pengurus Organisasi DAG.[](ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya