IDI RAYEK – Alamarhumah Fatimah dikenal di mata masyarakat Dusun Calok Geulima Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur, sebagai sosok ibu pekerja keras. Saban harinya dia bekerja sebagai pembawa dagangan angsuran. Sedangkan suaminya, Ridwan, merupakan nelayan. Saat Fatimah ditemukan tewas di rumahnya, Senin dinihari tadi, suaminya tengah berada di laut mengais rezeki.

Fatimah saban harinya tinggal bersama anaknya, Nur Alifah yang tercatat sebagai salah satu pelajar SD Idi Rayek. “Dia (Fatimah) jarang duduk dengan kami di sini, kalau sudah pagi dia tutup pintu dan mengantar anaknya sekolah, kemudian dia pulangnya pun sering malam, kadang-kadang malam pun dia bekerja mengutip angsurannya,” ujar Mariani, tetangga korban yang mengakui telah mengenalnya selama dua tahun lebih.

Meskipun jarang berkumpul bersama tetangga, korban kerap mengikuti aktivitas di gampong, seperti pengajian rutin, acara pesta perkawinan dan lainnya.

“Kalau kita sering jumpa dia di pengajian, kalau hari biasa ya dia sibuk dengan pekerjaannya,” kata Mariani lagi.

Mariani mengaku sebelum kejadian naas itu sempat mendengar suara teriakan dari dalam rumah korban. Namun dia tidak berani ke luar karena menduga kejadian itu hanya persoalan keluarga.

“Tidak berani kita ke luar, nanti dikira terlalu mengurus keluarga orang, dan saya pikir juga dia sedang beratam dengan suaminya,” kata Mariani.

Berdasarkan keterangan suaminya, kata Mariani, almarhumah diketahui meninggal dalam keadaan hamil dua bulan.

“Suaminya bilang dia sudah hamil dua bulan,” kata Mariani seraya berharap pembunuh Fatimah secepatnya ditangkap polisi dan dihukum seberat-beratnya.[]