BANDA ACEH – Salah seorang pelaku jarimah ikhtilath, Suryani (21), menangis kesakitan saat dicambuk di halaman Masjid Al-Furqan Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin, 1 Agustus 2016.
Selain Suryani, ada lima pelaku jarimah ikhtilath lainnya yang dicambuk. Ada pula lima terpidana maisir (perjudian). (Baca: Nurdin Angkat Tangan Usai Dicambuk, Penonton: Beuteuga Kkacambuk)
Akibat perbuatannya, Suryani dihukum 15 kali cambuk, dikurangi masa tahanan 3 kali cambuk, sehingga ia dicambuk 12 kali. Saat dicambuk, dia dalam posisi duduk dengan kedua kaki ditekuk ke belakang.
Pantauan portalsatu.com, Suryani tampak menundukkan kepalanya saat algojo bertubi-tubi melesatkan cambukan keras hingga ia menangis dengan wajah pucat.
Setelah cambukan keenam, petugas medis mengecek kondisi Suryani. Algojo kemudian melanjutkan tugasnya, mencambuk Suryani seusai pihak medis menyatakan perempuan itu masih dalam kondisi sehat.
Algojo akhirnya menuntaskan tugasnya. Suryani telah dicambuk 12 kali. Petugas Wilayatul Hisbah lantas memapah Suryani turun dari panggungtempat eksekusi cambuk. Tiba-tiba, Suryani pun pingsan.
Akan tetapi, masyarakat yang menonton pelaksanaan hukuman cambuk itu bersorak terhadap Suryani. Beberapa petugas medis langsung menangani perempuan yang pingsan setelah dicambuk itu.[]



