Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsDiduga Aniaya Ayah...

Diduga Aniaya Ayah Leut Tersangka Sabu, Sejumlah Anggota Polres Dilaporkan ke Propam

BANDA ACEH – Sejumlah personel Satuan Reserse Narkoba Polres Nagan Raya dilaporkan kepada Seksie Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres setempat dan juga ke Polda Aceh. Pasalnya, pihak keluarga menduga penangkapan T. B. Suryadi alias Ayah Leut, tersangka kasus sabu, tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, Ayah Leut mengalami penganiayaan oleh oknum polisi.

Laporan pengaduan tersebut dibuat T. Ridwan, abang kandung Ayah Leut, warga Gampong Kulu, Kecamatan Seunangan, Nagan Raya. “Selain tidak pernah memperlihatkan surat perintah penangkapan kepada keluarga, anggota Satresnarkoba Polres Nagan Raya juga melakukan pemukulan dan pengeroyokan terhadap adik saya,” kata T. Ridwan didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Erisman, S.H., dan Miswar, S.H., saat konferensi pers di kantor YARA, Banda Aceh, Sabtu, 20 Agustus 2016.

Menurut Ridwan, Ayah Leut ditangkap di Gampong Kulu, Senin, 8 Agustus 2016, sekira pukul 22.00 WIB. Saat itu, kata dia, Ayah Leut sedang duduk depan rumahnya. “Langsung ditangkap tanpa perlawanan,” ujarnya.

Namun, kata Ridwan, saat itu anggota Satresnarkoba sempat melepaskan tembakan peringatan. Pasalnya, kata dia, saat Ayah Leut ditangkap, ada beberapa warga lainnya di sekitar lokasi itu langsung kabur.

“Akibat tembakan peringatan itu, ibu kami, Cut Buleun yang berada di dalam rumah terkejut dan sempat tak sadarkan diri, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit,” ungkap Ridwan.

Ridwan menyebutkan, saat Ayah Leut ditangkap, personel Satresnarkoba tidak menemukan barang bukti narkoba. “Polisi kemudian memperlihatkan barang bukti kepada adik saya di dalam mobil polisi setelah dilakukan penangkapan,” katanya.

Menurut dia, personel Satresnarkoba lantas meminta Ayah Leut mengakui bahwa barang bukti tersebut merupakan miliknya. “Lalu, di Mapolres Nagan Raya, adik saya mendapatkan penyiksaan oleh sejumlah oknum polisi sampai babak belur,” ujar Ridwan.

Akibat penganiayaan oleh oknum polisi, kata Ridwan, Ayah Leut mengalami memar di bagian wajah, pendarahan pada mata dan memar bagian leher. “Akibat ditarik dengan kerah baju,” katanya.

Ridwan menambahkan, kasus penganiayaan tersebut sudah dilaporkan kepada Propam Polres Nagan Raya, Kamis, 18 Agustus 2016. Ridwan dan kuasa hukumnya kemudian juga melaporkan kasus penganiayaan Ayah Leut ke Polda Aceh, Jumat, 19 Agustus 2016.

Melalui laporan pengaduan yang ia buat ke Propam Polres Nagan dan Polda Aceh, Ridwan juga ingin mempertanyakan apakah anggota Satresnarkoba yang menangkap Ayah Leut sudah melakukan tugas sesuai SOP. “Menurut kami, ini kesalahan besar dalam penanganan seseorang yang telah dinyatakan menjadi tersangka. Kalau memang bersalah mengapa harus dipukuli dan dikeroyok sampai memar begitu,” tanya Ridwan.

Kuasa hukum keluarga Ayah Leut dari YARA Erisman mengatakan, penangkapan kliennya yang dilakukan personel Polres Nagan Raya tidak sesuai SOP. “Karena tersangka mendapatkan pukulan dan penganiayaan serta pengeroyokan di mapolres setempat,” katanya.

Atas kejadian itu, kata Erisman, pihaknya sudah melaporkan Dedi Khalis Cs., personel Satresnarkoba ke Propam Polres Nagan Raya. “Untuk tindak pidana umum dilaporkan ke Polda Aceh dan upaya hukum lainnya kita akan laporkan ke Komnas HAM terkait dengan penyiksaan,” ujar Erisman.

Menurut Erisman, dalam penegakan hukum harus tetap mengedepankan hak asasi manusia. “Namun dalam kasus ini hak-hak tersangka sangat dizalimi. Maka dari itu YARA akan terus mendampingi yang bersangkutan hingga ke pengadilan,” katanya.[] (idg)

Baca juga: