BANDA ACEH – Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Muzakir Tulot, dilaporkan ke polisi lantaran diduga membogem Samsul Muhktar, Geuchik Lam Pulo, Kecamatan Kuta Alam. Insiden terkait sertifikat tanah itu dilaporkan terjadi usai salat Isya di Meunasah Alfalah, Senin, 14 Januari 2019, sekitar pukul 20.30 WIB.

Samsul Muhktar menceritakan, awalnya salah seorang pegawai Kantor Camat Kuta Alam membidangi pengurusan sertifikat tanah, mengabari adanya surat atas nama Muzakkir Tulot.

“Di data tanah itu atas nama anak Muzakir Tulot. Sebelumnya tanah itu telah difaraid. Namun, Muzakir Tulot menarik kembali tanah yang telah diberikan kepada anak laki-lakinya yang sudah menikah. Sebab perkawinan anaknya itu tidak direstui oleh Muzakir Tulot,” kata Samsul, Selasa, 15 Januari 2019.

“Jadi, data di sertifikat tanah dan di KTP beda, perlu surat keterangan dari geuchik. Waktu itu saya bilang kepada pegawai Kantor Camat, apakah surat itu bisa saya tanda tangani atau tidak. Selanjutnya tidak ada kabar lagi,” ujar Samsul.

Samsul menyebutkan, tiba-tiba Muzakir Tulot memukul dirinya usai salat Isya di meunasah. Pemukulan itu terjadi tadi malam usai salat Isya di Meunasah Alfalah.

“Kejadian sekitar pukul 20.30 WIB. Usai salat, duluan Pak Muzakir Tulot keluar dari meunasah. Kemudian baru saya keluar kerena saya tidak mencurigai apa-apa. Lalu Muzakir Tulot mendekati saya. Dia bilang 'kenapa kamu belum tanda tangani surat saya'. Di situlah dia membogem saya. Lalu saya mau balas juga, tapi tidak kena. Kemudian masyarakat meleraikan saya,” jelasnya.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dhiza Fezuone membenarkan adanya laporan pemukulan terhadap Geuchik Lam Pulo. Korban datang ke polsek ditemani warga setempat untuk membuat laporan penganiayaan yang dilakukan Muzakir Tolut.

“Kami telah terima laporan awal dari korban. Untuk selanjutnya akan kita panggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sementara untuk terlapor, Muzakir Tulot, akan disurati wali kota untuk dimintai izin pemeriksaan,” kata Miftahuda.

Sejauh ini wartawan portalsatu.com/ belum berhasil mengkonfirmasi Muzakir Tulot. Saat portalsatu.com/ mendatangi Dinas Perhubungan Banda Aceh, Selasa siang, Muzakir Tulot tidak ada di kantornya.[]

Penulis: Khairul Anwar.