SABANG – Wali Kota Sabang, Zulkifli H Adam, mengaku kesal karena adanya laporan penggunaan Sabang Hill Hotel sebagai lokasi pesta mabuk-mabukkan dan tempat dugem. Apalagi, Sabang Hill Hotel merupakan aset Pemerintah Kota Sabang.
“Saya akan putuskan kotrak Hotel Sabang Hill, tidak akan kita perpanjangan lagi tahun 2016 ini. Semua masyarakat Sabang mendukung majunya pariwisata, namun pariwisata bukan berarti bebas. Semua ada aturan dan norma hukum,” kata Zulkifli dalam pertemuan dengan para imam masjid dan meunasah se-Kota Sabang di Aula Wali Kota Sabang, Rabu, 6 Januari 2015.
Dia mengharapkan Hotel Sabang Hill bisa memberikan kontribusi besar terhadap penambahan Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Hotel ini juga diharapkan dapat dikelola dengan manajemen yang profesional.
“Saya minta Satpol PP segera bertindak. Apapun alasanya bilang ini perintah saya, kalau ada aparat yang beking segera laporkan. Ini Aceh, kita mau wisata ini berjalan sesuai harapan kita sebagai wisata yang bersyariat, wisata islami yang memiliki aturan sendiri,” kata Zulkifli.
Berdasarkan laporan warga, pesta minuman beralkohol dan dugem dilakukan secara terang-terangan pada malam pergantian Tahun Baru 2016, tepatnya pada Jumat, 1 Januari 2016 dinihari. Saat itu, Sabang Hill Hotel dijadikan diskotik yang juga diramaikan dengan DJ musik dan pesta minuman keras serta pesta kembang api.
Aksi ini mendapat kecaman keras dari masyarakat dan para ulama se-Kota Sabang.
Ketua MPU Kota Sabang, Tgk M Yakop, SH, meminta Wali Kota Zulkifli Adam untuk merespon semua masukan serta laporan itu. Dia juga meminta pemerintah setempat untuk segera menindaklanjuti pesta malam pergantian tahun tersebut demi menjaga nama baik Kota Sabang.
Untuk menegakkan kebenaran jangan pernah takut. Pada perinsipnya, baik buruk Sabang terletak pada para pemimpin. Artinya, semua kita yang ada di forum ini ikut bertanggung jawab bersama menjaga Sabang, kata M. Yakop.[](bna)
Laporan: Radzie Sabang



