Perkembangan teknologi modern diantaranya ditinjau dari aspek penelitian tentang cahaya. Dasar ini telah dilampaui oleh ilmuwan muslim awal saat mengkaji perihal mata.
Hingga ke abad kita, saat ilmuwan dapat menghitung kecepatan cahaya atau mengubah (sinar) cahaya menjadi energi, seperti laser atau pemanfaatan sinar matahari. Pembahasan tentang cahaya akan menjadi spektrum ilmu tersendiri.
Dalam tradisi keilmuwan islam, kata cahaya yang dikenal dengan nur, mempunyai citra makna yang ragam. Pertama, ia sebagai nama dan sifat Allah yang Baik. Kedua, kata nur merujuk pada makna dan fungsi Alquran. Ketiga, nur juga menjadi ikatan nonselular (metafisika) antarmakhluq dan nabi Muhammad, SAW (shalawat padanya sebagai ikatan cahaya tadi). Keempat, nur dinisbahkan pada kualitas ilmu, dikenal bahwa ilmu itu cahaya.
Adapun yang Kelima, nur sebagai mekanisme “pertahanan” tubuh, maka kita meminta cahaya agar melingkupi kanan dan kiri kita, atau di depan dan di belakang kita. Bahkan kita meminta agar cahaya itu menjadi bagian dari diri kita. Pun Kedokteran modern, merilis bahwa aspek cahaya ini menjadi piranti magnetik dalam menangkal virus dan menstabilkan imun tubuh.
Sedangkan pada aspek ritual shalat, misalnya, shalat juga dikatakan sebagai “perjalanan cahaya” (karena kekuatan isi bacaan dan sejarah shalat itu sendiri), maka dikenal bahwa shalat sebagai mi'rajnya (naik ke langit”) bagi kaum mukmin.
Selanjutnya, kata cahaya (nur) akan menjadi pembeda di mahsyar kelak antara yang beriman dan yang ingkar kepada ajaran kenabian. Bahkan diantara yang ingkar itu ada meminta cahaya, tapi tak mungkin ia dapatkan, dikatakan padanya: kembalilah ke dunia untuk mendapatkan cahaya dengan iman dan amalnya. (Lihatlah gejala sosial kita yang sibuk memoles wajah agar “bercahaya”)
Selain hal di atas, cahaya juga dikaitkan khusus pada pembelajaran modern, dimana disebutkan bahwa interaksi belajar itu merupakan “interaksi kuantum”, saat cahaya (ilmu dan pengalaman belajar) diubah/dikonstruksi menjadi energi perbaikan diri/lingkungan luas.
Masih banyak kaitan lainnya yang terjalin dalam pembahasan cahaya, dan terus menjadi rahasia. Dab mestilah menjadikan kita lebih insyaf atau sadar akan Si Pemilik Cahaya (An-Nur).[]
Taufik Sentana
Peminat studi kreativitas dan pengembangan SDM




