Dalam terminologi akhlaq Islam, lebah dikategorikan sebagai karakter mukmin yang ideal. Diantaranya karena lebah sangat berhati-hati, disiplin dan memberi manfaat lewat madu dan proses penyerbukan. Dalam hal sengatan, misalnya, bisa yang dikeluarkan hanya untuk pertahan diri bersama kelompoknya, sebab, setelah bisa itu dikeluarkan, sang lebah akan melemah bahkan mati. Bisa itu bahkan, ada yang digunakan untuk terapi fisik.
Apa yang menimpa Ust Abd. Somad (UAS) belakangan ini, kiranya penulis melihat sebagai “sengatan” khas UAS. Sengatan itu dalam arti perbaikan akhlak umat Islam dengan orasinya yang spontan tapi terukur referensi dan poinnya. Dengan gaya ini..bisa saja dalam golongan muslim sendiri ada yang tersengat karena isi ceramahnya, baik tentang pemerintahan Islam, ukhuwah dan ekonomi.
Konon pula umat di luar muslim, karena konten ajaran samawi itu masih ada irisannya di keyakinan tentang Isa AS. Disinilah kepiawaian sang Ust diperhitungkan. Artinya beliau tentu mungkin juga telah siap berdebat formal (mujadalah)bila diperlukan. Tapi ia lebih menegaskan bahwa ketersinggungan umat kristiani itu bukan dimensi yang ia sengaja. Dan itu juga bukan sebagai ujaran kebencian, karena dalam situasi dan konteks pembeljaran umat. Apalagi yang diperkarakan itu sudah terjadi beberapa tahun lalu. Artinya Sang Ust sedang ingin menyengat jamaahnya agar tepat keyakinan tentang Isa AS, bila sengatan itu menjadi bias, ke luar jamaahnya, maka perlu ruang khusus untuk berdiskusi lanjut tanpa dianggap sebagai penodaan agama lain.[]
Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia.Kab. Aceh Barat.


