Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaBerita Gayo LuesDinas Dayah Gayo...

Dinas Dayah Gayo Lues Seleksi 50 Santri Untuk MQK, Ini Tujuannya

BLANGKEJEREN – Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues melakukan seleksi untuk persiapan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Aceh yang akan berlangsung di Banda Aceh pada 21 Juni 2023. Dari 50 santri yang diseleksi, 10 santri yang lolos seleksi akan dikirim ke Provinsi Aceh.

Jalaludin, S.Pd., Ketua Panitia Seleksi dan Pembinaan MQK Kabupaten Gayo Lues tahun 2023 di The Legen Hotel Kampung Jawa Blangkejeren, Selasa, 6 Juni 2023, mengatakan seleksi dan pembinaan santri ini akan berlangsung selama lima hari.

“Jumlah santriwan yang akan diseleksi 25 orang, lima orang terpilih nantinya akan dibina dan akan diberangkatkan ke Banda Aceh. Begitu juga dengan santriwati, dari 25 orang yang diseleksi, lima orang di antaranya akan dibina dan dikirim ke Banda Aceh,” katanya.

H. Sukrimas, Kepala Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues, mengatakan selain akan dikirim ke Banda Aceh, tujuan dari seleksi dan pembinaan MQK ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan santri dalam membaca dan memahami Kitab Kuning.

“Ketika santri jarang membaca dan memahami isi dari Kitab Kuning, sama halnya ketika seseorang shalat selama dua puluh tahun tetapi tidak mengetahui maknanya,” ujarnya.

Di akhir sambutanya saat pembukaan MQK, Sukrimas berharap agar santri Gayo Lues dapat meraih prestasi di Banda Aceh nantinya, sehingga bisa ikut lomba ke tingkat nasional di Surabaya pada 27 Juni 2023.

“Kami berharap ke depan, dayah bisa menjadi garda terdepan di Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues, ketika santri menjadi PNS nantinya. Maka menjadi PNS yang mengerti tentang agama, ketika menjadi petani, maka menjadi petani yang mengerti tentang agama,” jelasnya.

Asisten I Sekda Gayo Lues, H. Muslim, yang membuka seleksi dan pembinaan santri MQK, mengatakan Pemkab Gayo Lues sangat mendukung pelatihan dan pembinaan santri. Selain menambah ilmu dan wawasan, santri juga akan memahami isi dari Kitab Kuning.

“Jangan ketika ada seleksi dan pembinaan selalu berharap nomor satu, tetapi fokuslah dengan pemahaman dan isinya,” katanya.[]

Baca juga: