BANDA ACEH – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur, mengatakan, informasi terakhir yang diterima sekitar pukul 11.00 WIB siang tadi, bahwa semburan (gas bercampur lumpur) yang terjadi di Gampong Tanjong Meunye, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, yang berasal dari sumur bor mulai menurun skitar tiga meter, yang sebelumnya diperkirakan kurang lebih mencapai 20 meter.
“Berdasarkan pengamatan kecepatan turunnya tekanan semburan (gas bercampur lumpur) tersebut, berasal dari reservoir gas dangkal atau biasa disebut gas rawa yang biasanya memiliki luas reservoar yang
terbatas. Bukan berasal dari reservoar Arun atau South Lhoksukon yang merupakan resevoar PT Pertamina Hulu Energi NSB. Semburan seperti ini biasanya akan berakhir seiring dengan waktu," kata Mahdinur, dihubungi portalsatu.com/, Rabu, 23 Januari 2019, sore.
Mahdinur mengaku dirinya baru saja dihubungi oleh anggota DPD RI Asal Aceh, H. Sudirman akrab disapa Haji Uma, bahwa kondisi saat ini di lokasi kejadian semburan itu hanya tinggal sekitar satu meter. Kata dia, untuk menenangkan psikologis masyarakat, Insya Allah pihaknya akan menurunkan tim malam ini (Rabu) ke lokasi kejadian.
“Karena fokus kita sekarang mengupayakan agar masyarakat tenang,” ungkap Mahdinur.[]



