BLANGKEJEREN – Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues bersama petugas Puskesmas dan relawan Covid-19 desa mulai melakukan pendataan dan sosialisasi ke desa-desa terkait deteksi dini virus korona. Program Gerakan Tenaga Kesehatan Aceh Cegah Covid-19 (Gencar) itu salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di kabupaten berjuluk Negeri Seribu Bukit tersebut.

Purnama Abadi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin, 2 November 2020, mengatakan pendataan dan sosialisasi mengenai Covid-19 berlangsung 1 – 10 November 2020. Selain sosialisasi ke desa-desa, petugas kesehatan juga melakukan pendataan orang sakit demam, batuk, pilek, dan hilang penciuman.

“Selama dua hari petugas kesehatan bersama relawan Covid-19 desa dan bidan desa turun ke lapangan, ada empat orang yang masuk data, mengarah ke pengidap penyakit ISPA,” katanya.

Bagi masyarakat yang mengalami sakit demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, Ispa berat dan hilang penciuman, disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah.  Petugas kesehatan akan membantu mengecek kondisi warga tersebut.

Kegiatan deteksi dini itu, kata Purnama Abadi, sangat diperlukan supaya warga yang memiliki gejala Covid-19 tidak menularkan ke orang lain. Pendataan terhadap orang yang mengarah kepada penderita Covid-19 juga akan memudahkan tim medis dan tim gugus tugas dalam mendeteksi virus korona di masing-masing desa.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan diri jika mengidap penyait demam atau mengarah kepada Covid-19, baik kepada petugas kesehatan maupun tim gugus desa, sehingga pemantauan dan pengobatan bisa dilakukan, dan penyebaran bisa dihindari,” jelasnya.[]