SUBULUSSALAM – Dinas Kesehatan Kota Subulussalam memberikan pelatihan Caregiver (Pendampingan atau pengasuh lansia) . Kegiatan pelatihan Caregiver peningkatan pelayanan pada lansia ini digelar di Hotel Khairulsyah.
Hal ini sebagai upaya Pemerintah Kota Subulussalam melalui Dinas Kesehatan setempat untuk memberikan perhatian lebih kepada warga lanjut usia (lansia) agar tangguh, sehat, dan produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh melalui Sekreataris Dinkes Alamsyah dalam kesempatan itu, mengatakan pelatihan ini diharapkan tingkat kesehatan lansia dapat terus meningkat. Selain itu, pendampingan kepada lansia dapat terus dilakukan anggota keluarganya.
Alamsyah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia yang meliputi perawatan umum bagi lansia, perawatan khusus, penatalaksanaan pada keadaan darurat, merujuk lansia dan pencatatan dalam PJP.
Menurutnya, lansia merupakan kelompok usia rentan di mana pada fase ini, seseorang cenderung mengalami kemunduran fungsi, baik fisik maupun mental, sehingga memerlukan bantuan untuk memenuhi aktivitas kehidupan sehari-harinya.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rofiana dalam keteranganya, Jumat, 17 Juni 2022 lalu, mengatakan adapun bantuan yang diberikan harus spesifik dan sesuai, agar dapat membantu lansia beraktivitas dengan optimal, dan tidak menimbulkan keadaan yang lebih buruk atau komplikasi.

“Untuk itu perawatan jangka panjang yang berkualitas sangat penting dilakukan agar kualitas hidup lansia dapat dipertahankan,” katanya.
berharap peserta pelatihan Caregiver mengikuti kegiatan ini dengan serius, agar materi yang disampaikan narasuber dari Dinas Kesehatan Aceh, yang secara khusus turun ke Kota Subulussalam memberikan pelatihan, agar bisa dicerna dan dipahami dengan baik, dalam rangka meningkatkan pelayanan warga ansia melalui PJP.
Kasie Kesda dan Gizi Dinkes Kota Subulussalam, Herlina mengatakan pelatihan Caregiver tersebut diikuti 246 peserta terdiri kepala puskesmas, bidan desa, pemegang program lansia dan para kader, dengan menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Aceh, yang membidangi hal tersebut.[]





