SUBULUSSALAM – Kota Subulussalam kembali kedatangan tamu yang bergerak di bidang kesehatan, yaitu Tim Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia tiba di Bumi Sada Kata, Jumat, 1 November 2019.

Mereka disambut Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Masyhuri, SKM., beserta jajarannya di Kantor Dinkes, Kompleks Perkantoran Kota Subulussalam sekitar pukul 11:30 WIB sebelum bertolak ke Puskesmas Simpang Kiri, Penanggalan dan Sultan Daulat.

Tim Nusantara Sehat berjumlah 12 orang terdiri dari beberapa dokter dan tenaga kesehatan profesional, tiga di antaranya telah tiba sejak dua pekan lalu bersamaan dengan 13 Dokter Intership yang kini ditempatkan di RSUD dan Puskesmas Penanggalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Masyhuri kepada portalsatu.com mengatakan kehadiran Tim Nusantara Sehat dari Kemenkes sangat membantu proses pelayanan kesehatan di Kota Subulussalam.

Mereka membantu meningkatkan kinerja Puskesmas, meningkatkan pelayanan Puskesmas, membantu permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat.

“Tim Nusantara Sehat ini dikirim oleh Kemenkes, sama seperti Dokter Intership kemarin 13 orang juga dari Kemenkes,” kata Masyhuri.

Adapun Tim Nusantara Sehat yang tiba hari ini meliputi tenaga gizi, kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, ahli teknologi laboratorium medik, dokter gigi dan tenaga farmasi disebarkan di tiga Puskesmas yakni Sultan Daulat, Penanggalan dan Simpang Kiri.

Masyhuri menjelaskan kedatangan Tim Nusantara Sehat dan Dokter Intership ke Kota Subulussalam, tidak terlepas dari komunikasi yang dijalin selama ini dengan Kemenkes Republik Indonesia. 

Dinkes Subulussalam menyampaikan usulan permohonan bantuan tenaga kesehatan dari Pemerintah Pusat melalui Kemenkes dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah. Hal ini mengingat APBK Subulussalam masih sangat terbatas. Sementara biaya menambah dokter dan tenaga kesehatan profesional sangat mahal. Maka program ini sangat membantu dengan adanya  tenaga  kesehatan yang profesional dari Kemenkes.

Lebih jauh Masyhuri menjelaskan dokter dari Tim Nusantara Sehat digaji sekitar Rp12 juta dan tenaga kesehatan sekira Rp5 juta per bulan atau rata-rata sekitar Rp7,5 juta per bulan dari 12 anggota Tim Nusantara Sehat.

Jika dikalikan Rp7,5 juta kali 12 orang total Rp90 juta per bulan atau setara Rp1.080.000.000 selama setahun yang harus dikucurkan. Jika dalam dua tahun maka mencapai Rp2.160.000.000 untuk membiayai 12 orang dari Tim Nusantara Sehat. Jika ini dibebankan pada APBK Subulussalam, tentu sangat memberatkan karena masih banyak program prioritas lainnya.

“Tentu program ini sangat membantu, karena biaya sangat mahal mencapai Rp2 miliar lebih selama dua tahun, dan itu sudah ditanggung oleh Kemenkes, mereka bertugas di sini selama dua tahun,” kata Masyhuri.[]